Meski demikian, Haris menegaskan pihaknya telah meminta seluruh operator agar melepas seluruh identitas Trans Semarang sebelum armada dipindahtangankan.
"Cuman posisinya memang sampai ke sana. Dan yang jelas, kami sudah menyampaikan kepada seluruh operator untuk eks armada Trans Semarang sebelum dipindahtangankan, itu harus dilucuti dulu segala sesuatu terkait dengan identitas Trans Semarang," tegasnya.
Haris juga menjelaskan, Koridor II Trans Semarang melayani rute Terminal Terboyo-Terminal Sisemut pulang pergi.
"Koridor II itu Terminal Terboyo, Terminal Sisemut, PP," ucapnya.
Baca Juga: Sayonara Cumi-cumi Darat, Bus Listrik Trans Semarang Siap Dicoba di Koridor Ini
Ia menegaskan setelah armada tersebut dijual, keberadaannya di luar wilayah operasional Trans Semarang sudah bukan menjadi kewenangan BLU Trans Semarang.
"Iya, sudah bukan kewenangan kami. Mengingat unitnya juga milik operator, milik pihak ketiga," ucapnya.
Haris di sisi itu menyebutkan, terkait jumlah armada yang dimiliki operator pihak ketiga, berdasarkan pencatatan BLU Trans Semarang terdapat sekitar 220 armada operasional.
"Kalau dari total sesuai pencatatan kami, ini bicara armada yang beroperasional, nggih, tidak dengan cadangannya.
Kalau yang beroperasional itu kurang lebih ada sekitar 220-an. Itu milik pihak ketiga, milik operator," sebutnya.
Namun, mengenai jumlah armada yang telah dijual maupun mekanisme penjualannya, Haris menegaskan hal tersebut bukan menjadi ranah BLU Trans Semarang.
"Terjualnya jumlahnya berapa, terus mekanisme penjualannya seperti apa, kita 'nyuwun sewu' (mohon maaf), bukan ranahnya kami," imbuhnya.