Waspada, Ikuti Langkah Ini Untuk Hindari Fitnah Melakukan Tabrak Lari di Jalan

By , Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15 WIB

Massa menghancurkan Daihatsu Sigra beserta pengemudinya karena teriakan ngaco dari seorang pemotor di Jl Sisingamangaraja, kota Medan, Sumatera Utara (IG/@tkpmedan)

GridOto.com - Para pengendara motor dan mobil tetap waspada, karena akhir-akhir ini marak kejahatan modus baru.

Yakni mengaku-ngaku menjadi korban tabrak lari dan memfitnah pengguna jalan secara liar.

Salah satu contohnya kasus Toyota Fortuner yang diteriaki tabrak lari hingga berujung amukan massa di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Dalam kondisi seperti itu, pengemudi mobil sering kali dihadapkan pada situasi sulit.

Di satu sisi harus memastikan keselamatan pengguna jalan yang terjatuh, namun di sisi lain juga perlu menghindari risiko tuduhan yang belum tentu benar.

Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan untuk menghindari tuduhan atau fitnah tabrak dari pengguna jalan?

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana mengatakan, hal pertama yang harus dilakukan adalah tetap tenang dan mengendalikan kendaraan dengan baik.

Baca Juga: Fortuner Berakhir Compang-camping Usai Dikejar Warga, Muatan di Kabin Mengejutkan

Salah satu warga menaiki kap mesin Toyota Fortuner dan menghantam kaca dengan batu hingga pecah di Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat karena difitnah melakukan tabrak lari (IG/@warga.jakbar)

Pengemudi perlu mengurangi kecepatan secara bertahap dan menghentikan kendaraan dengan aman apabila memang diperlukan.

Hindari manuver mendadak yang justru berpotensi memicu kecelakaan lanjutan.

Menurut Sony, saat melihat pengendara terjatuh, belum tentu kejadian tersebut disebabkan oleh tabrakan dengan kendaraan lain.

"Kalau jatuh itu bisa dua kemungkinan, tertabrak atau jatuh sendiri, riskan jika tidak jaga jarak yang kemungkinan tercipta drama seolah-olah tertabrak dan ini sulit dibuktikan jika massa sudah ikut campur," kata Sony, (9/6/26) disitat dari Kompas.com.