GridOto.com - Maverick Vinales blak-blakan menyebut perangkat holeshot berkontribusi terhadap meningkatnya risiko kecelakaan di tikungan pertama MotoGP.
Namun, menurut Vinales, masalah utamanya bukan terletak pada tambahan akselerasi yang dihasilkan perangkat penurun tinggi motor tersebut.
Pebalap Tech3 KTM itu justru menyoroti proses pengereman yang tidak konsisten ketika pebalap berusaha memastikan perangkat bagian depan motor berhasil dinonaktifkan saat memasuki tikungan pertama.
Situasi jadi lebih berbahaya ketika perangkat tak langsung terlepas pada percobaan pertama.
“Bagi saya, perangkat itu memainkan peran besar, karena untuk melepaskan sistem bagian depan, Anda harus mengerem sangat keras,” kata Vinales menukil Crash.
“Dan terkadang jika tidak berhasil, Anda harus melepas rem, melaju sedikit lebih jauh, lalu mengerem lagi.”
“Jadi, hanya dengan menghilangkan perangkat tersebut, saya pikir keselamatan akan meningkat cukup signifikan,” lanjutnya.
MotoGP sebenarnya telah memutuskan untuk melarang seluruh perangkat ride-height mulai akhir musim ini.
Baca Juga: MotoGP Aragon Masih Kebagian Jatah di 2027, Setelah Itu Nasib Berubah Drastis
Namun, menyusul kecelakaan yang terjadi di MotoGP Catalunya dan insiden pada balapan di Sirkuit Balaton Park, muncul wacana untuk mempercepat penerapan larangan tersebut.
Di sisi lain, CEO Aprilia Racing Massimo Rivola, yang pebalapnya Jorge Martin terlibat dalam insiden di Balaton Park, mengingatkan agar MotoGP tidak mengambil keputusan secara tergesa-gesa.