Jual Honda BeAT Bapak Rp 1,5 Juta Buat Drama Kena Begal, Mas Priyo Sampai Lukai Diri Demi Dalami Peran

By , Jumat, 05 Juni 2026 | 18:00 WIB

Ilustrasi aksi begal motor Honda BeAT di dekat Makam Pahlawan Sidomukti, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur yang ternyata drama palsu (Gemini AI)

Guna memperkuat skenario dirinya menjadi korban kejahatan jalanan, Nugroho menyusun rencana ekstrem dengan melukai tubuhnya sendiri menggunakan silet.

"Saya melukai tangan dan kepala saya sendiri menggunakan silet, kemudian meminta bantuan seseorang yang tidak saya kenal untuk diantar berobat ke RS Waluyojati Kraksaan," jelas Nugroho saat memberikan klarifikasi di Polsek Kraksaan menukil TribunJatim.com.

Nugroho menegaskan dalam peristiwa tersebut sama sekali tidak ada pelaku begal, aksi pengadangan, maupun perampasan motor.

Semua alur cerita dirancang dan dieksekusi oleh dirinya sendiri tanpa melibatkan orang lain.

"Saya membuat cerita palsu bahwa saya telah dibegal. Saya melakukan hal tersebut karena kebutuhan ekonomi keluarga," ujarnya lesu.

Atas kegaduhan yang ditimbulkannya, Nugroho secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada kepolisian dan masyarakat Probolinggo.

Ia menyebut seluruh uang hasil penjualan motor telah habis digunakan untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari.

"Saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat Probolinggo dan kepada kepolisian, khususnya Polres Probolinggo, atas informasi yang tidak benar tersebut. Hasil penjualan sepeda motor itu saya gunakan untuk kebutuhan sehari-hari," tegasnya.

Sebelum skenarionya terbongkar, informasi mengenai pembegalan di Kraksaan ini sempat menyebar cepat dan memicu keresahan publik.

Baca Juga: Begal Motor di Kendal Akting Jadi Polisi, Hukum Bocah Lari Keliling Lapangan Gasak Honda BeAT

Nugroho yang juga dikenal bekerja sebagai perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waluyo Jati Kraksaan, awalnya diisukan dibegal setelah mengantar istrinya untuk piket malam di rumah sakit tersebut sekitar pukul 22.00 WIB.

Tempat Kejadian Perkara (TKP) rekayasa tersebut berada di Jalan Wahidin Sudirohusodo, Kelurahan Kraksaan Wetan, tepatnya di sekitar Makam Pahlawan.

Informasi awal dari warga sekitar bahkan menyebutkan korban diadang dan diserang secara brutal.