Ini Alasan Mengapa Mazda CX-60 Sport Bisa Dibilang BMW-nya Jepang

By , Rabu, 03 Juni 2026 | 10:30 WIB

Mazda CX-60 Sport (Radityo Herdianto / GridOto.com)

GridOto.com - Mazda CX-60 Sport menjadi salah satu kontestan medium SUV di Barisan Sang Penguasa yang punya wibawa.

Tak sedikit yang menganggap Mazda adalah sebuah mobil BMW-nya Jepang, termasuk si Mazda CX-60 Sport ini.

Filosofi Jinba-Ittai yang mendasari Mazda memiliki kemiripan dengan BMW yang mengadopsi desain ikonik, keseimbangan performa dan sasis, hingga sisi emosional bagi pengemudi.

KODO Design yang dianut Mazda CX-60 menjadi bahasa desain khas minimalis tapi mudah dikenal.

Mazda CX-60 Sport (Rizky / GridOto.com)

Baca Juga: Enggak Pakai Mesin Turbo, Performa Mazda CX-60 Sport Tetap Impresif

Mulai dari bentuk gril, model lampu, hingga lekukan bodi dari depan sampai ke belakang yang di setiap lini model diterjemahkan dalam identitas masing-masing dalam satu bahasa desain.

Dari arsitektur platform paling menonjol adalah penggunaan mesin longitudinal dan penggerak roda belakang.

Di antara mobil-mobil medium SUV lain yang mulai beralih ke penggerak roda depan, Mazda CX-60 tetap mempertahankan rancangan mesin longitudinal dan penggerak roda belakang yang tak lain juga ada kemiripan dengan BMW.

Performa mesin SKYACTIV-G 2.5 medium SUV ini pun juga terbilang impresif, dengan catatan akselerasi 0-100 km/jam dalam 10,3 detik.

Konsumsi BBM terbilang efisien untuk sebuah mesin 2.500 cc 4 silinder yang bisa mencatatkan angka terbaik di 16,4 km/l pada pengetesan rute Kombinasi.

Mesin SKYACTIV-G 2.5 yang digunakan Mazda CX-60 Sport (Robby / GridOto.com)

Baca Juga: Sudah Mild Hybrid Semua, Seberapa Irit Mazda CX-5 Generasi Terbaru?