Dari studi, menurut Riyanto, mobil listrik merupakan kendaraan kedua dan seterusnya.
"Artinya, mereka secara finansial cukup kuat atau orang kaya," bilangnya.
Sementara, menurut Riyanto, di media-media pemerintah menyebutkan mobil berbahan bakar dikhususkan untuk orang kaya.
"Ini agak aneh juga ya, justru mobil listrik itu pemiliknya kaya, bukan sebaliknya," sebutnya.
Jadi, menurutnya kalau tahun lalu mobil listrik berada di angka 12 persen nasional, diprediksi tahun ini akan terjadi peningkatan 2-3 persen.
"Dan itu terpusat masih di Pulau Jawa," katanya. (Hend)
Artikel ini telah tayang di Tabloid OTOMOTIF Edisi 47-XXXV 2 April 2026