GridOto.com - Dulu segmen PHEV atau Plug-in Hybrid Electric Vehicle dianggap segmen kecil yang sulit berkembang.
Bertahun-tahun total jualan setahunnya cuma belasan atau puluhan unit saja.
Namun, Tahun 2025 pasar mobil Plug-in Hybrid atau PHEV booming.
Teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) menjadi strategi "perang" pabrikan mobil asal Cina dalam memperluas pasar otomotif di Indonesia.
Chery menjadi pabrikan asal Cina yang menggempur Indonesia pakai PHEV.
“Sebelum kami hadir, mungkin customer taunya PHEV itu adalah teknologi yang mahal. Tapi dengan kita menawarkan harga yang sangat kompetitif ‘value for money’ kalau kita menyebutnya,” kata Vice Country Director PT Chery Sales Indonesia Budi Darmawan kepada GridOto.com beberapa waktu.
Baca Juga: Penjualan PHEV Januari 2026 Tembus 502 Unit, Chery Mendominasi
Bedanya dengan mobil Hybrid Electriv Vehicle (HEV), mobil PHEV ini punya kapasitas baterai yang lebih besar.
Dengan kapasitas baterai yang lebih besar ini membuat mobil PHEV bisa berjalan dengan mode EV (Electric Vehicle) yang lebih jauh.
Contohnya Tiggo 8 CSH yang dibekali baterai Lithium Iron Phosphate 18,3 kWh ini bisa membawa mobil melaju dengan mode EV sejauh 90 km.
Kelebihan lain PHEV dengan HEV adalah baterai hybridnya bisa diisi ulang atau di-charge menggunakan sumber listrik eksternal.
Celakanya, pabrikan Cina enggak berhenti di PHEV, mereka punya senjata satu lagi yang baru saja ditembakan, yaitu REEV alias Range Extender Electric Vehicle.