Melansir RideApart, motor ini mengandalkan mesin satu silinder berpendingin udara berkapasitas 177 cc, dipadukan dengan transmisi manual lima percepatan dan desain standar bergaya retro.
Tidak ada teknologi berlebihan atau gimmick hanya motor yang dibuat untuk sering dikendarai, tanpa tekanan atau kerumitan.
Jika dilihat dari sudut pandang Asia, konsep motor kecil seperti W175 sebenarnya sudah lama relevan.
Di banyak negara Asia, motor berkapasitas kecil dan skuter bukan sekadar kendaraan pemula.
Mereka adalah alat transportasi utama, kendaraan harian, teman touring, sekaligus basis modifikasi.
Baca Juga: Kawasaki W175 Ternyata Punya Model Bergaya Cruiser Macho, Ini Wujudnya
Kini, pola pikir tersebut mulai lebih dipahami oleh pengendara di Amerika Serikat.
Lewat peluncuran global, media sosial, dan liputan media otomotif, para rider di AS melihat langsung bagaimana pengendara di Asia dan Eropa memanfaatkan motor 150 cc hingga 200 cc untuk berbagai kebutuhan: commuting, touring, hingga membangun ikatan emosional dengan motornya.
Kemunculan dokumen CARB untuk Kawasaki W175 seolah menegaskan bahwa pabrikan mulai mendengar aspirasi tersebut.
Ini bukan soal menggeser dominasi motor besar atau mengikuti tren sesaat, melainkan memperkaya pilihan.
Memberikan lebih banyak pintu masuk bagi pengendara baru, sekaligus alasan bagi rider lama untuk tetap bertahan.