Pesanan Melonjak Dua Kali Lipat Karena PPnBM Nol Persen, Daihatsu Pesimis Produksi Bisa Imbangi Permintaan

By , Jumat, 19 Maret 2021 | 13:50 WIB

Pesanan melonjak hingga dua kali lipat karena PPnBM mobil baru nol persen, Daihatsu pesimis kapasitas porduksi mereka bisa imbangi permintaan. (Daihatsu)

GridOto.com - Kebijakan relaksasi PPnBM mobil baru nol persen memberikan dampak positif bagi industri otomotif Indonesia.

Tidak terkecuali untuk Daihatsu, yang mencatatkan kenaikan pemesanan (SPK) kurang lebih selama dua minggu pertama pemberian relaksasi PPnBM mobil baru nol persen.

Hal tersebut diungkapkan oleh Marketing & Customer Relations Division Head PT Astra International-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Hendrayadi Lastiyoso

“Dibandingkan dengan data pada Februari, ada kenaikan SPK sebesar 233 persen dari tanggal 1 hingga 17 Maret,” ujarnya dalam konferensi virtual (19/3/2021).

Baca Juga: Seminggu Setelah PPnBM 0 Persen Berlaku, Penjualan Daihatsu Langsung Meroket

Ia menjelaskan, angka tadi merupakan rata-rata kenaikan SPK untuk keempat mobil yang mendapatkan relaksasi PPnBM yaitu Daihatsu Xenia, Terios, Luxio, dan Gran Max minibus.

Sedangkan mobil-mobil yang tidak mendapatkan relaksasi yaitu Daihatsu Sirion, Ayla, Sigra, serta varian pick up dan blind van Gran Max mencatatkan kenaikan SPK sebesar 133 persen.

“Artinya, kami membukukan peningkatan pemesanan total yang cukup signifikan yaitu 161 persen atau 1,6 kali dibandingkan pada Februari,” imbuh pria yang akrab disapa Hendra itu..

Meskipun bersyukur, Amelia Tjandra selaku Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mewanti bahwa pihaknya belum tentu bisa mengimbangi permintaan tersebut.

Baca Juga: Daihatsu Xenia, Terios dan Sirion Kena Recall Akibat Fuel Pump Bermasalah, Penggantian Gratis di Bengkel Resmi, Berikut Detailnya!

“Permintaannya naik luar biasa, tapi secara suplai kami belum tentu kami bisa memenuhi seluruh permintaan tersebut,” ungkapnya blak-blakan dalam kesempatan yang sama.

Ia menjabarkan, produksi mobil Daihatsu melibatkan lebih dari 20 ribu item yang dipasok lebih dari 300 vendor yang memiliki mekanisme pemenuhan order sendiri-sendiri.

Dengan mekanisme yang ada, Amelia memprediksi bahwa permintaan yang bisa dipenuhi oleh vendor dan Daihatsu hanya 20 persen, jauh lebih kecil dibandingkan kenaikan permintaan.