Brio dan Mobilio Diminati Konsumen First Time Buyer, Honda Bagikan Rahasianya!

By , Kamis, 27 Agustus 2020 | 17:20 WIB

All New Honda Brio (DAB/OtoRace.id)

GridOto.com - All New Brio dan New Mobilio jadi model andalan PT Honda Prospect Motor (HPM) di ajang Indonesia Otomotif Online Festival (IOOF) 2020.

Saat acara talkshow di IOOF 2020, diungkapkan bahwa keduanya merupakan model yang paling diminati konsumen pertama atau first time buyer di Indonesia.

Sebagai contoh, 50 persen atau separuh dari pembeli Honda Brio di sepanjang 2020 ini datang dari kalangan first time buyer.

Bahkan semenjak diberlakukannya PSBB Transisi di Juni 2020 kemarin, persentase pembeli Honda Brio Satya dari kalangan first time buyer pun meningkat menjadi 60 persen.

Begitu juga model Low Multi Purpose Vehicle (LMPV) jagoannya, yakni Honda Mobilio yang menjadi salah satu idaman konsumen first time buyer.

Baca Juga: Brio Masih Jadi Andalan, Penjualan Honda Terjun Bebas Hingga 89 Persen di Mei 2020

"Ada juga masyarakat yang ingin step-up, jika sebelumnya dia punya mobil kecil, sekarang ingin punya mobil yang lebih besar. Lalu juga yang tadinya tidak punya mobil sekarang butuh mobil untuk aktivitas keluarganya, jadi mereka pilih Honda Mobilio," ujar Yulian Karfili, Public Relation and Digital Manager PT Honda Prospect Motor (HPM) dalam acara Indonesia Otomotif Online Festival (IOOF) 2020, Selasa (25/8/2020).

Arfi menambahkan, ada beberapa hal yang membuat All New Honda Brio dan Honda Mobilio sangat diminati oleh konsumen first time buyer.

Andre Taulany mereview Honda Mobilio di IOOF 2020 (Aries Aditya/GridOto.com)

"Pertama styling, jadi meskipun mereka baru pertama kali ingin punya mobil tapi mereka ingin punya kebanggaan terhadap mobilnya, mereka pilih yang kendaraan yang memiliki style membanggakan bagi mereka," ucap pria yang akrab dengan sapaan Arfi ini.

Selain style, Arfi mengatakan konsumen first time buyer juga kerap mencari kesenangan mengemudi di mobilnya.

Baca Juga: Honda Koreksi Target Ekspor Brio, Kini Incar Angka 6.000 Unit

Kesenangan mengemudi ini, menurut Arfi erat kaitannya dengan performa mesin dan konsumsi bahan bakar.