GridOto.com - Pandemi Covid-19 memberikan hantaman besar pada penjualan mobil di sejumlah pabrikan di dunia, namun hal tersebut tidak berlaku untuk Tesla.
Pasalnya, penjualan mobil listrik Tesla di dunia justru tetap tinggi, terlebih dengan meningkatnya tren konsumen yang lebih memilih untuk membeli kendaraan secara online.
"Kami melihat adanya permintaan yang tinggi saat pandemi Covid-19. Volume pemesanan mobil kami terbilang baik," ungkap CEO Tesla, Elon Musk, dikutip GridOto.com dari Reuters.com.
Musk mennambahkan, penjualan mobil melalui dealer perlaha-lahan mulai ditinggalkan seiring dengan naiknya tren pembelian secara online.
Baca Juga: Tesla Bakal Semakin Terbuka, Siap Jual Lisensi Software dan Suplai Suku Cadang ke Pabrikan Lain
"Saya rasa orang-orang mulai cenderung tak ingin pergi ke dealer, melakukan test drive, duduk di lobby dan hal-hal lainnya," imbuh Musk.
Sedikit informasi, nilai saham Tesla meroket hingga 240 persen sejak awal 2020.
Peningkatan tersebut terbilang sangat tinggi untuk sebuah pabrikan mobil, terlebih di tengah pandemi Covid-19.
Musk menambahkan, para investor akan senang asalkan pabriknya bisa terus memproduksi mobil listrik yang berkualitas tinggi.
Sebelumnya, pada cuitan di akun Twitter @elonmusk, CEO Tesla ini sempat mengatakan saham perusahaannya terbilang terlalu tinggi di angka 700 Dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 10,2 juta (kurs 1 Dolar Amerika Serikat = Rp 14.700, 2 Agustus 2020).
Tapi belum lama ini, nilai saham Tesla malah meroket menjadi 1.454 Dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 21,3 juta terhitung sejak Jumat (31/07/2020).