GridOto.com - Seperti yang sudah diketahui, Kota Bandung, Jawa Barat tengah menjalani masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang berlaku dari 14-30 Juni 2020.
Ternyata, selama AKB berlangsung terjadi peningkatan jumlah kendaraan di jalan yang mencapai 80 persen dibandingkan pada saat masih masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
"Peningkatan arus lalu lintas salah satunya disebabkan banyaknya tempat-tempat usaha dan wisata yang dibuka," ungkap Wakasatlantas Polrestabes Bandung, AKP Galih Raditya, Selasa (30/06/2020), dilansir GridOto.com dari Tribunjabar.id.
Menurut AKP Galih, peningkatan jumlah kendaraan di jalan tersebut belum mencapai angka normal.
"Walau belum normal, tapi sudah ada peningkatan arus lalu lintas. Makanya ditempatkan petugas untuk mengatur penjagaan mengantisipasi kemacetan. Peningkatan arus lalu lintas kendaraan dominan terjadi pada akhir pekan," jelas AKP Galih.
AKP Galih menuturkan, pihaknya tetap menutup sejumlah ruas jalan di malam hari guna mencegah terjadinya kerumunan warga di masa pandemi Covid-19.
"Aktivitas berkerumun, berkumpul dan nongkrong harus dikurangi. Jadi bukan untuk mempersulit, tapi untuk keamanan masyarakat agar waspada," tegasnya.
Perlu diketahui, ada beberapa ruas jalan yang ditutup pihak kepolisian, di antaranya Jalan Asia Afrika-Tamblong, Jalan Naripan-Tamblong, Jalan Merdeka, Jalan SImpang Dago, Jalan Diponegoro, Jalan Cilamaya, Jalan Sentot dan Jalan Purnawarman.
"Penutupan lihat situasi. Sementara yang ditutup jalan yang berpotensi tempat berkumpul masyarakat. Penutupan jalan malam hari saja agar tidak mengganggu ekonomi," terang AKP Galih.
Pihaknya mengungkapkan, penutupan sejumlah ruas jalan tersebut diberlakukan hingga waktu yang belum ditentukan.