Ia bilang Suzuki juga sudah menerapkan WFH dan membaginya dalam beberapa kelompok.
Jadi ada yang bekerja dari rumah dan ada yang tetap datang ke kantor, hal itu diterapkan secara bergantian berdasarkan kelompok.
"Jadi kalau kami kira-kira hampir sama dengan teman-teman yang lain, sekitar 30 persen untuk yang masih ke kantor," ungkapnya.
"Kemudian, seperti yang sudah diinformasikan sebelumya, kami akan hentikan produksi sementara selama dua minggu, mulai 13 hingga 24 April 2020 di tiga pabrik kami," jelas Donny lagi.
Terkait anjuran pemerintah tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut mengenai bagian logistik dan lain-lain.
Sementara itu, Amelia Tjandra, selaku Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mengaku akan terus mengikuti semua anjuran pemerintah untuk melawan virus Corona.
Ia menjelaskan, karyawan yang bekerja di head office dibagi ke dalam dua kelompok.
"Mereka bekerja dalam seminggu gantian. Tapi terakhir kami mengikuti anjuran untuk memperluas WFH, jadi satu per tiga bekerja di kantor, dua per tiga di rumah," ujarnya.
Lalu, di pabrik Daihatsu mulai 1 april 2020 sudah melakukan produksi dengan satu shift kerja, sebelumnya dua shift kerja.
"Kemudian yang seharusnya bekerja untuk 8 jam, sekarang dengan kondisi demand yang menurun, kami hanya beroperasi satu shift dari pukul 7.30 sampai 3.00," terangnya.
"Selain itu, di pabrik bekerja dua hari sekali, sehari masuk, sehari libur, kalau mereka dua minggu bekerja, dikhawatirkan pulang kampung," ucap Amel, begitu ia biasa dipanggil.