Begitu pula saat menghadapi tanjakan di ruas tol Semarang-Salatiga. Tanpa perlu was was, saya injak pedal gas lebih dalam, alhasil performa Ignis akan bertambah. Cukup mumpuni saat melewati tanjakan.
Oiyah, transmisi Ignis ini bisa dioperasikan dalam dua pilihan mode, yaitu transmisi manual (M) dan otomatis.
Pada mode matik seperti yang saya pilih, posisi gigi transmisi akan berpindah sendiri layaknya mobil otomatis.
Sedangkan saat menggunakan mode manual (M), pengemudi harus memindahkan tuas transmisi ke arah tanda ( + ) dan ( – ) untuk memindahkan posisi gigi sesuai kebutuhan.
Karena masih nyaman dengan mode transmisi matik, hingga saat ini saya belum tertarik mencoba pilihan mode manualnya.
Mungkin nanti kalau sudah ketemu tanjakan yang terjal.