GridOto.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mulai putar otak demi menghemat anggaran seiring melambungnya harga BBM non subsidi.
Salah satu opsi yang sedang dikaji adalah beralih secara bertahap dari kendaraan dinas berbahan bakar fosil ke elektrik.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Erik Setyo Santoso, Kamis (11/6/2026).
Ia menjelaskan, kenaikan harga BBM sebenarnya telah diprediksi sejak beberapa waktu lalu oleh Pemkot Malang.
Oleh karena itu, berbagai skenario antisipasi telah dibahas jauh sebelum penyesuaian harga diumumkan.
"Kami sudah memprediksi dan membahas bahwa BBM ini akan ada kenaikan, dan ternyata memang benar. Tidak hanya Dex, tetapi juga jenis BBM lainnya," kata Erik, Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, kebijakan efisiensi penggunaan kendaraan dinas sebenarnya sudah diterapkan cukup lama di lingkungan Pemerintah Kota Malang.
Baca Juga: BBM Naik, Wahana Potong Harga Motor Honda Hingga Rp 1,8 Juta, Menarik
Namun, kenaikan harga BBM yang terus terjadi membuat pemerintah harus mencari langkah yang lebih strategis untuk menjaga keseimbangan anggaran.
"Kalau efisiensi dan pembatasan penggunaan kendaraan dinas sebenarnya sudah lama kami lakukan," ujarnya menukil Tribunjatim.
Erik mengungkapkan, kondisi fiskal pemerintah daerah saat ini semakin menantang setelah adanya pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) yang nilainya mencapai sekitar Rp350 miliar.
Di sisi lain, harga BBM yang meningkat menyebabkan kebutuhan operasional kendaraan dinas ikut membengkak.
Akibatnya, alokasi anggaran BBM yang telah disusun sebelumnya diperkirakan tidak akan cukup hingga akhir tahun anggaran 2026.
"Setelah kami hitung, alokasi anggaran BBM yang ada tidak sampai memenuhi kebutuhan sampai akhir tahun. Masih banyak kurangnya, dan kami tidak punya uang tambahan," katanya.
Kondisi tersebut membuat Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) terus melakukan rapat dan simulasi untuk mencari formulasi kebijakan yang paling memungkinkan.
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR