GridOto.com- Banyak pemilik mobil masih beranggapan kendaraan dengan harga terjangkau pasti cocok menggunakan Pertalite.
Padahal, kecocokan bahan bakar tidak ditentukan oleh harga kendaraan, melainkan spesifikasi mesin yang digunakan.
Pertalite dengan RON 90 dirancang untuk mesin dengan rasio kompresi relatif rendah, umumnya berada di rentang 9:1 hingga 10:1.
Sementara itu, banyak mobil modern saat ini sudah menggunakan mesin dengan rasio kompresi lebih tinggi yang membutuhkan bahan bakar beroktan lebih besar.
Baca Juga: Pertamax Makin Mahal, Intip Iritnya Konsumsi BBM Suzuki Fronx Hybrid
Wildan Dohawutagi, pemilik bengkel Idan PitStop di Citra Raya, Tangerang, mengingatkan pemilik kendaraan agar tidak hanya melihat selisih harga BBM saat memilih bahan bakar.
"Kalau bawaan pabriknya sudah disuruh pakai oktan tinggi, ya pakailah oktan tinggi, jangan pakai oktan rendah," ujar pria yang akrab disapa Idan.
Menurutnya, penggunaan BBM dengan oktan di bawah rekomendasi pabrikan berpotensi memicu knocking atau ngelitik saat mesin bekerja.
Gejala tersebut terjadi karena proses pembakaran tidak berlangsung sesuai karakteristik mesin yang memiliki kompresi tinggi.
"Yang paling bahaya itu knocking dalam jangka panjang," lanjut Idan.
Baca Juga: Pertamax Naik Tajam Rp 16.250, Harga BBM Vivo dan BP-AKR Tak Mau Ketinggalan Mahal
Senada dengan itu, Firdan Jaelani atau Fijay, teknisi panggilan sekaligus pemilik bengkel F and V di Jakarta, menyebut penggunaan BBM yang tidak sesuai spesifikasi dapat memengaruhi kinerja mesin secara keseluruhan.
"Efeknya bisa bikin pembakaran enggak stabil, komponen cepat rusak dan mesin enggak akan sempurna," jelas Fijay saat dihubungi GridOto melalui pesan daring.
Karena itu, sebelum memutuskan menggunakan Pertalite, pemilik kendaraan sebaiknya terlebih dahulu memeriksa rekomendasi RON yang tercantum pada buku panduan atau stiker informasi kendaraan.
| Editor | : | Dwi Wahyu R. |
KOMENTAR