GridOto.com - Susi adalah contoh seorang ibu rumah tangga bermental petarung.
Ia tak gentar meski ditodong pistol pelaku maling yang hendak membawa kabur motornya di Jalan Haji Djairi, Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, (8/6/26) siang.
Susi dengan berani menggagalkan aksi pencurian motor miliknya.
Padahal, dirinya sempat diancam dan ditodong senjata api oleh komplotan pelaku.
Insiden tersebut terjadi pada siang bolong, sekitar pukul 11.00 WIB.
Saat itu, Susi yang sedang berada di dalam rumah mendadak curiga ketika melihat gerak-gerik seorang pria melalui jendela rumahnya.
"Jadi awalnya nih saya di dalam rumah, terus saya ngintip ke jendela ada orang di deket motor saya, ternyata mau buka kunci pakai letter T," ujar Susi saat ditemui di lokasi, (8/6/26) sore dikutip dari Kompas.com.
Melihat adanya upaya pembobolan motor dalam posisi terkunci setang tersebut, Susi bergegas turun dan keluar rumah demi mempertahankan motornya.
Tanpa rasa takut, ia langsung berteriak histeris untuk memanggil bantuan warga sekitar.
Namun, teriakan Susi justru dibalas dengan todongan pistol dari pelaku yang memintanya diam dan masuk kembali ke dalam rumah.
Baca Juga: Tepergok Maling Motor di Siang Bolong, Pelaku Todong Pistol ke Pemilik di Kramat Jati
"Di situ saya liat ada maling di sini saya turun dong, saya teriak 'maling-maling', eh sama dia, saya ditodong, saya disuruh masuk lagi ke rumah jangan teriak," beber Susi.
Meski begitu, Susi tak gentar dan tetap memberikan perlawanan dengan memukul sang pelaku beberapa kali.
Pasalnya, ia menyadari jika dirinya masuk ke dalam rumah, motornya pasti raib digondol maling.
"Saya tepak-tepakan tuh, saya pukul malingnya langsung, sudah pakai leter T. Saya pukul pukul terus, tapi dia masih ngeluarin pistol terus warna silver gitu. Saya teriak-teriak 'maling, maling', enggak ada yang keluar-keluar tuh orang-orang, lama banget," ucapnya.
Menurut Susi, pelaku curanmor ini melancarkan aksinya berdua dengan seorang rekannya yang awalnya menunggu di atas motor di depan gang.
Seorang pemilik warung kelontong yang berada tepat di sebelah rumahnya pun sempat mencoba keluar untuk menolong, tetapi justru ikut diancam hingga ketakutan oleh rekan pelaku itu.
"Ibu warung ini mau nolongin, tapi sama temennya ditodong pistol juga sama yang jagain. Iya, warung ini sebelah rumah. Dia mau keluar, diomongin gitu suruh 'diam nggak, diam nggak', sama pakai pistol warna silver juga," jelasnya.
Susi mengakui bahwa di balik keberaniannya, sebenarnya ia sempat merasa ketakutan karena bisa saja kehilangan nyawa jika ditembak oleh pelaku.
"Saya takut lah sebenernya, tapi ya mau gimana, kalau saya masuk ngikutin kata dia motor saya ilang. Cuma nodongin doang, tapi kan saya juga takut-takut berani, namanya pistol, antara bener apa nggak saya enggak tahu, tapi ya namanya pistol," tuturnya.
Beruntung, berkat aksi nekat dan kegigihan Susi yang terus memukul tangan pelaku, motornya berhasil diselamatkan tanpa berhasil dijebol.
Baca Juga: Tak Ada Takutnya, Maling Motor di Kampung Bandan Pamer Pistol Saat Dipergoki Warga
"Belum (dijebol), baru mau dimasukin leter T saya tepak-tepak terus, tapi sembari nodongin pistol," ucapnya.
Setelah itu para tetangga dan warga sekitar akhirnya mulai berhamburan keluar rumah, para pelaku pun langsung tancap gas dan melarikan diri.
"Tapi akhirnya kabur dia, cuma pas sudah orang-orang udah pada keluar, dia balik lagi ke sana tuh, putar balik mengambil pistol dari kanan, warnanya silver, ditodong-todongin lagi," terang Susi.
Momen sang pelaku curanmor melarikan diri itu pun terekam CCTV di sekitar lokasi kejadian.
Terlihat kedua orang pelaku mengenakan pakaian serba tertutup dan kabur dengan cepat saat dipergoki warga.
Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan warga, komplotan pencuri bersenjata api dengan ciri-ciri yang sama ternyata sudah berulang kali mencoba beraksi di wilayah Cengkareng pada hari itu.
"Tapi tadi pagi dia hampir mau ke arah Lestari tuh, salon dekat MB Futsal, gagal di situ sudah diteriakin maling sekitar jam 10.00 WIB. Dia-dia juga, orang dikirimin sama fotonya," tutur Susi.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Cengkareng, AKP Parman Gultom menyebut pihaknya sudah menerima informasi kejadian tersebut dan anggotanya telah melakukan olah TKP.
"Sudah, sudah (monitor), anggota tadi baru olah TKP dan minta keterangan saksi, sedang diproses dan identifikasi," terang Gultom saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, (8/6/26) malam disitat dari Kompas.com.
Gultom menyebut sejauh ini korban mengaku belum ingin membuat laporan polisi atas kejadian itu.
Namun, ia memastikan pihaknya akan tetap memburu kedua pelaku yang telah meresahkan warga Cengkareng itu.
"Akan tetap kita tindak, kita kejar dan saat ini masih proses identifikasi. Doakan semoga bisa terungkap segera," tandas Gultom.
| Editor | : | Hendra |
KOMENTAR