"Setelah 12 persen mode berkendara itu akan secara otomatis pindah ke hybrid untuk mengisi daya sampai batas yang kita inginkan," tambahnya saat ditemui di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Mirip dengan EV Max, pada mode EV First membuat gerak Wuling Eksion PHEV sepenuhnya berasal dari motor listrik.
"Bedanya EV First bisa digunakan sampai SOC baterai tersisa 35 persen," kata Aji.
"Jadi, setelah baterai tersisa 35 persen. Mobil secara otomatis pindah ke mode hybrid," tambahnya
Sedangkan pada mode Fuel Priority, gerak kendaraan diutamakan berasal dari motor listrik.
Baca Juga: Coastal Exploration Journey Resmi Digelar, Wuling Eksion PHEV Diuji di Lintas Selatan Jawa
"Mode ini yang dipakai adalah EV-nya (dari motor listrik) terlebih dahulu. Dari SOC baterai 100 persen sampai 70 persen pakai penggerak listrik menggunakan daya baterai," tambahnya.
Lanjut Aji menegaskan kalau fuel priority bukan pakai bensin sepenuhnya.
"Pada mode ini mengutamakan penggunaan bensin yang lebih banyak daripada EV," kata Aji.
Asyiknya Wuling Eksion bisa bergerak sebagai paralel hybrid maupun serial hybrid.
"Mesin nanti bisa berkerja sebagai generator yang hanya mengisi daya pada baterai," jelas Aji.
"Dan baterai akan melanjutkan energinya ke roda atau motor listrik untuk menggerakan kendaraan," tambahnya.
Selain itu, Wuling Eksion juga bisa bergerak dengan sistem paralel hybrid.
"Dimana mesin dan juga motor (listrik) bergerak bersamaan untuk menggerakan Wuling Eksion PHEV," tutupnya.
| Editor | : | Mohammad Nurul Hidayah |
KOMENTAR