Tatapan kosong dan ketidakmampuan sang pengemudi untuk menjelaskan kronologi kejadian membuat polisi harus menahan informasi mendalam terkait pemicu awal aksi pengejaran tersebut.
Spekulasi mengenai kondisi medis atau tekanan psikologis berat yang dialami sang pengemudi di balik kemudi Fortuner itu pun berembus kencang.
Vidi Manalu, yang tercatat sebagai pemilik sah kendaraan tersebut, memilih langkah tak biasa.
Ia justru enggan membuat laporan polisi.
Setelah mendampingi anaknya yang masih dalam kondisi syok dan linglung,
Vidi memutuskan untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan tanpa memperpanjang urusan di meja hijau.
"Pemilik kendaraan tidak membuat laporan atas insiden perusakan tersebut. Kemudian pemilik membawa anaknya pulang berikut mobilnya yang rusak," tambah AKBP Dhimas Prasetyo melansir TribunnewsBogor.
Meski demikian, pihak penyidik Polsek Tanah Abang menegaskan akan tetap mendalami penyebab pasti keributan tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi di sekitar lokasi guna memastikan tidak ada korban luka lain yang ditinggalkan di jalanan.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR