Baca Juga: Mohon Maaf, Harga Oli dan Suku Cadang Motor Honda Terpaksa Dimahalkan 10 Persen
Salah satunya dengan menerapkan multisourcing material guna menjaga ketersediaan bahan baku secara berkelanjutan.
Selain itu, perusahaan juga meningkatkan produktivitas melalui otomasi di berbagai lini operasional serta menjalankan sejumlah program pengurangan biaya (cost reduction).
"Selain melakukan review terhadap harga jual produk secara selektif, kami juga melakukan beberapa inisiatif internal seperti multisourcing material untuk menjaga ketersediaan material secara berkelanjutan," terang Sophie.
Ia menambahkan, seluruh langkah tersebut dilakukan untuk menjaga struktur biaya dan harga tetap kompetitif dengan mempertimbangkan berbagai faktor, mulai dari kebutuhan bisnis, daya beli masyarakat, hingga kebutuhan pelanggan.
Meski demikian, Sophie mengakui pelemahan rupiah dan kenaikan harga material tetap memberikan tekanan terhadap kinerja perusahaan.
Astra Otoparts pun terus berupaya mengelola dampak yang timbul agar tidak mengganggu pasokan maupun daya saing produk di pasar.
Secara umum, kenaikan harga rata-rata beberapa suku cadang otomotif di segmen aftermarket masih berada di bawah 10 persen.
Namun, kondisi berbeda terjadi pada produk oli dan pelumas yang mengalami kenaikan harga lebih tinggi.
"Pelemahan rupiah dan kenaikan harga material memberikan tantangan bagi perseroan. Namun demikian, kami berupaya mengelola dampak yang timbul dari kenaikan harga material," ujar Sophie.
"Kenaikan harga rata-rata beberapa suku cadang otomotif di segmen aftermarket kurang dari 10 persen, tetapi khusus untuk produk oli dan pelumas naik di atas 10 persen," ujarnya.
Dengan kondisi nilai tukar rupiah yang masih berada di bawah tekanan, harga suku cadang otomotif berpotensi mengalami penyesuaian secara bertahap.
Meski demikian, pelaku industri berupaya menahan kenaikan agar tidak terlalu membebani konsumen dan menjaga daya saing produk di pasar.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR