"Maka dari itu sebelum beli motor listrik harus mengetahui dulu jenis baterainya," ucapnya.
Secara sederhana, kata Alawi, ada dua jenis baterai yang umum dijumpai pada motor-motor listrik di Indonesia.
Pertama adalah Sealed Lead Acid (SLA), merupakan baterai teknologi yang lebih lawas dengan model aki kering.
Harga SLA lebih terjangkau, tetapi bobotnya berat dan masa pakainya lebih pendek.
"Karena sebagian besar harga lebih tinggi di baterai. Makanya produsen motor listrik kerap pakai baterainya itu yang spek paling rendah (SLA). Akhirnya kerusakan lebih sering itu adanya di baterai," bebernya.
Alawi mengatakan, di bengkelnya untuk perbaikan baterai jenis SLA sekitar Rp 2 jutaan.
Baca Juga: Bocoran Skema Subsidi Harga Motor dan Mobil Listrik 2026, Besar Kecil Insentif Ditentukan Baterai
Sementara untuk biaya jasanya Rp 150.000 - Rp 500.000 dengan durasi perbaikannya 2 -3 jam.
Kedua adalah jenis baterai Lithium. Baterai ini dibagi menjadi dua, yakni Lithium Ion (Li-Ion) dan Lithium Polymer (Li-Po).
Baterai lithium lebih bagus dan lebih kompak dibandingkan baterai SLA.
Umur pemakaiannya panjang dan bisa menyimpan daya listrik lebih banyak sehingga lebih mahal.
"Dari harga baterainya bisa dua sampai tiga kali harga baterai SLA. Untuk perbaikannya pun sangat berbeda. Karena dari jenis dan karakternya sangat berbeda. Maka dari itu motor listrik yang pakai baterai jenis ini harganya bisa lebih ditinggi," terangnya.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR