Akibatnya, Fernandez kehilangan hasil dari GP Thailand, Brasil, Amerika Serikat, dan Spanyol, di mana ia sebelumnya berhasil meraih finis keenam, kedelapan, kelima, dan kedua.
Kasus Uriarte dan Fernandez menjadi pengingat bahwa regulasi teknis di Moto3 diterapkan dengan sangat ketat, sehingga setiap pelanggaran, sekecil apa pun, dapat berujung pada diskualifikasi.
Dengan didiskualifikasinya dua pembalap tersebut, pembalap muda Indonesia dari tim Honda Team Asia, Veda Ega Pratama mendapat keuntungan.
Ia kini melesat ke peringkat ketiga klasemen sementara juara dunia Moto3 2026.
Pembalap debutan atau rookie berusia 17 tahun asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, ini otomatis berhak naik ke podium ketiga untuk balapan seri Grand Prix Le Mans Prancis 2026 setelah posisi finis kedua milik Fernandez dinyatakan gugur.
Dengan revisi perolehan tersebut, Veda kini resmi mengoleksi dua podium ketiga sepanjang musim berjalan, setelah sebelumnya berhasil naik podium di Grand Prix Brazil.
Tambahan poin kumulatif ini mendongkrak posisi Veda ke urutan ketiga klasemen sementara juara dunia Moto3 2026 dengan raihan total 71 poin, berada di bawah Maximo Quiles selaku pemuncak klasemen dengan 145 poin dan Alvaro Carpe di posisi kedua dengan 93 poin.
Selain itu, Veda kini sukses mengambil alih kembali posisi puncak klasemen Rookie of the Year (penghargaan pembalap pendatang baru terbaik) dengan keunggulan 13 poin atas Uriarte.
| Editor | : | Hendra |
KOMENTAR