GridOto.com- Sebanyak 30 persen konsumen motor Kawasaki memilih pembayaran melalui pembiayaan alias kredit.
Namun, jika ditelurusi lebih dalam, kriteria pembeli kredit ini cukup berbeda dengan konsumen produk motor massal.
"Biasanya tawaran rate yang diberikan jauh lebih kecil dibanding konsumen pada produk massal," ungkap Michael C. Tanadhi, Head of Sales & Promotion PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI).
Ia mengatakan untuk bunga motor biasanya jauh lebih tinggi yakni di angka 25 persen per tahun.
"Bunga tinggi ini karena pertimbangkan faktor risiko yang besar," bilangnya.
Lembaga pembiayaan menganggap kredit motor memiliki risiko yang lebih tinggi.
Motor lebih mudah berpindah tangan atau disalahgunakan dibandingkan mobil, sehingga risiko kredit macet atau gagal bayar lebih besar bagi pihak pembiayaan.
Bunga yang tinggi berfungsi sebagai penyangga untuk menutupi potensi kerugian tersebut.
Nah, konsumen Kawasaki umumnya mendapatkan rate yang lebih rendah.
Baca Juga: Bos Kawasaki Ungkap Alasan 70 Persen Konsumen Pilih Beli Motor Secara Cash
"Biasanya mereka itu mengambil kredit langsung jadi pihak Bank. Sekarang kan Bank banyak yang memiliki unit usaha Kredit Kendaraan Bermotor," bilang Michael.
Tawaran KKB berlaku bagi nasabah di bank tersebut.
"Umumnya nasabah prioritas dimana pihak Bank sudah memiliki record si nasabah," bilangnya.
Sehingga mereka memberikan tawaran menarik dengan bunga yang sangat rendah.
"Bisa sekitar 5 persen setahun," sebutnya.
Rate yang sangat rendah ini karena faktor risiko dinilai rendah.
"Bank menilai kemungkinan gagal bayar dan terjadinya non performing loan sangat kecil," bilangnya.
Dengan tawaran ini, tentu menjadi tawaran menarik bagi konsumen.
Sehingga secara ekonomi, tentu dengan membeli kredit dengan bunga yang rendah lebih menguntungkan.
| Editor | : | Hendra |
KOMENTAR