GridOto.com - Sudah jatuh tertimpa tangga, menggambarkan kondisi yang sedang dialami ibu rumah tangga bernama Imelda (49).
Motor Honda BeAT miliknya yang masih berstatus kredit hilang dicuri, (30/5/26).
Tetapi saat ingin mengurus surat kehilangan di kantor leasing, justru ditolak dan Ia diminta untuk melunasi cicilan kreditnya terlebih dahulu.
Imelda mengaku sempat diminta melunasi cicilan bulan berjalan sebelum memperoleh surat pengantar yang dibutuhkan untuk proses pelaporan dan pengurusan klaim.
"Saya lapor ke leasing, tapi mereka bilang tidak bisa bantu. Katanya sesuai SOP harus bayar dulu cicilan bulan Mei baru surat pengantar keluar," tutur warga Jalan Bawang 5, Cibodas, kota Tangerang tersebut saat ditemui, (4/6/26) dikutip dari Kompas.com.
"Saya sempat marah, saya bilang 'Kok Bapak tidak ada empati?', kita ini kesusahan, motor sudah tidak ada ngapain kami bayar (sekarang)?" ujar Imelda.
Menurut Imelda, Honda BeAT tersebut telah dicicil selama satu tahun dan saat ini memasuki bulan ke-13 dari total tenor 24 bulan.
Kendala administrasi tersebut sempat membuat proses pelaporan kehilangan menjadi tertunda.
Imelda menceritakan, pencurian terjadi sekitar pukul 13.00 WIB, tak lama setelah dirinya pulang dari pasar.
Sesampainya di rumah, ia memarkirkan Honda BeAT tersebut di garasi dengan kondisi setang terkunci.
Baca Juga: Motor Lunas Tapi Dirampas, Modus Leasing KW Kembali Berulah di Bekasi
Pagar rumah sudah ditutup menggunakan slot pengunci namun tidak digembok.
Saat sedang memasak di dalam rumah, Imelda mendengar suara mesin motor menyala.
Ia tidak menaruh curiga karena suara tersebut sangat mirip dengan motor milik tetangganya.
"Saya pikir tetangga depan yang pulang, karena suaranya sama-sama motor BeAT. Begitu saya dengar suara motor ngebut kencang, saya baru intip jendela dan lihat pagar sudah terbuka," tuturnya.
Berdasarkan rekaman CCTV milik warga sekitar, aksi pencurian dilakukan oleh dua orang pelaku.
Sebelum beraksi, keduanya terlihat memantau situasi dengan menuju ujung gang terlebih dahulu.
Setelah memastikan kondisi aman, mereka berbalik arah menuju rumah korban.
Pelaku kemudian membuka slot pagar dan membobol kunci setang motor dalam waktu singkat sebelum membawanya kabur.
Ketua RT 007/RW 003 Cibodas Sari, Asep Nanang, mengatakan kasus pencurian motor di wilayahnya belakangan justru lebih sering terjadi pada siang hari.
Menurut dia, pelaku memanfaatkan waktu ketika lingkungan sedang sepi karena warga beristirahat atau beraktivitas di dalam rumah.
"Kejadian hilang ini sudah beberapa kali, rata-rata siang. Jam 13.00 itu memang suasana lingkungan sedang sepi, biasanya hanya ramai saat jam berangkat atau pulang sekolah saja," terang Asep.
Asep menduga para pelaku telah lebih dulu mengamati situasi rumah korban sebelum melancarkan aksinya.
"Kalau melihat CCTV, mereka ke ujung jalan dulu, putar balik, baru ke rumah korban. Sepertinya memang sudah dipantau," imbuhnya.
Setelah melapor ke Polsek Jatiuwung, Imelda akhirnya memperoleh surat pengantar yang diperlukan untuk mengurus klaim asuransi kepada pihak leasing.
Saat ini, ia masih menunggu proses klaim asuransi yang diperkirakan berlangsung sekitar satu bulan.
Selama menunggu proses tersebut, Imelda dan suaminya terpaksa meminjam motor milik kerabat untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Ia pun mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan menggunakan kunci pengaman tambahan meski kendaraan diparkir di dalam pagar rumah.
| Editor | : | Dida Argadea |
KOMENTAR