Baca Juga: Tragedi Pilu, Sopir Truk Tewas Dikeroyok Satpam dan Pengawas SPBU Saat Beli Solar
Namun, para pelaku terus mengejar korban.
Dalam kondisi terluka parah, truk yang dikemudikan korban akhirnya berhenti di seberang SPBU setelah menabrak.
Setelah truk berhenti, para pelaku diduga kembali menyerang korban.
Korban kemudian terkapar dalam kondisi tidak sadarkan diri di lokasi kejadian.
Rekan korban bersama sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi segera memberikan pertolongan.
Korban lalu dibawa ke Rumah Sakit Myria Palembang.
Namun, berdasarkan pemeriksaan medis, korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka tusuk.
Luka tersebut terdapat pada bagian dada, rusuk, punggung, dan lengan kanan.
Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Musa Jedi Permana mengatakan, penyidik masih bergerak memburu para pelaku yang terlibat dalam pengeroyokan tersebut.
"Kami telah mengumpulkan sejumlah alat bukti dan keterangan saksi. Tim di lapangan masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku," ujar Musa, (3/6/26) mengutip TribunSumsel.com.
Baca Juga: Antrean Solar di SPBU Jadi Ladang Pungli Preman, Sopir Truk Dipaksa Bayar Rp 220 Ribu
Sementara itu, Kapolsek Sukarami, Kompol Alex Andriyan mengatakan, anggotanya bersama Satreskrim Polrestabes Palembang masih melakukan penyelidikan di lapangan.
"Iya betul anggota masih di lapangan. Masih di dalami," jelasnya.
Polisi masih mendalami identitas para pelaku serta rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban tewas saat mengantre solar di SPBU tersebut.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR