BMW juga menyematkan Active M Differential yang dapat mengatur distribusi tenaga antara roda belakang kiri dan kanan secara variabel, sehingga membantu saat melakukan drifting.
Sistem ini dipadukan dengan transmisi otomatis M Steptronic 8-percepatan sebagai standar.
Di balik kap mesinnya terdapat mesin S58 3.0 liter twin-turbo 6 silinder segaris yang menghasilkan 473 dk dan 600 Nm, sama seperti M2 model tahun 2025.
Mesin tersebut kini dilengkapi teknologi baru BMW M Ignite, yaitu sistem pembakaran pra-ruang (pre-chamber combustion) yang dipatenkan BMW.
Teknologi ini akan digunakan pada semua mesin enam silinder BMW M mulai pertengahan 2026.
Manfaatnya adalah konsumsi bahan bakar lebih efisien saat mesin bekerja keras serta memenuhi standar emisi EU7.
Menurut BMW, teknologi ini sangat berguna bagi penggemar track day karena memungkinkan mobil digunakan lebih lama dengan jumlah bahan bakar yang sama.
Meski lebih efisien, performanya tetap meningkat. BMW M2 M xDrive mampu berakselerasi dari 0-100 km/jam dalam 3,7 detik, lebih cepat 0,3 detik dibanding versi RWD.
Baca Juga: BMW Bawa 80 Mobil ke Festival of JOY, Bisa Dicoba Langsung
Sementara akselerasi 0-200 km/jam tercatat 12,8 detik, lebih cepat 0,1 detik.
Kecepatan maksimum tetap sama, yaitu 250 km/jam, atau 285 km/jam jika menggunakan paket opsional M Driver's Package.
Dari segi desain, BMW tidak melakukan perubahan berarti.
Tampilan luar dan interior hampir identik dengan M2 versi penggerak roda belakang.
Perbedaan utamanya hanya adanya pengaturan mode M xDrive di menu kendaraan.
BMW juga menambah pilihan warna untuk M2 menjadi lima warna metalik dan tiga warna solid.
Salah satu warna baru yang tersedia adalah BMW Individual Borusan Turkish Blue, yang pertama kali ditawarkan untuk model M2.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR