Begitu juga dengan bagasi, dimensinya cukup lapang, kalau sekadar dipakai belanja kebutuhan bulanan keluarga kecil kapasitasnya sangat lebih dari cukup.
Kenyamanan penumpang baris kedua juga dipikirkan oleh Suzuki, makanya ditunjang dengan adanya kisi AC di bagian tengah.
Bagaimana dengan mesin? Apakah karakternya juga menunjang kenyamanan ketika dipakai harian? Apalagi kan disertai sistem hybrid, meski ini adalah mild hybrid.
Dapur pacu Fronx SGX ini berkode K15C, yang dilengkapi dual injector dan juga Integrated Starter Generator (ISG). ISG inilah komponen utama di mesin yang bekerja dalam sistem hybrid Fronx.
Oiya tenaga maksimal Fronx SGX termasuk kecil untuk sebuah mesin 1.500 cc, 4 silinder DOHC 16 katup, hanya 99,2 dk di 6.000 rpm dan torsi maksimal 135 Nm di 4.400 rpm.
Jadi ketika berakselerasi saat sistem mild hybrid tidak bekerja terasa biasa saja. Ini saat gas ditekan perlahan atau kondisi baterai lithium-ion kapasitasnya tidak mencukupi untuk menggerakkan ISG.
Namun ketika sistem mild hybrid bekerja, yaitu ketika pedal gas ditekan spontan dan kapasitas baterai mencukupi, maka tarikan terasa enteng.
Karena ISG akan menambah torsi tambahan secara spontan beberapa detik, memanfaatkan energi yang tersimpan di baterai lithium-ion yang terletak di bawah jok penumpang depan.
Hal itu membuat akselerasinya cukup baik, dari hasil pengetesan catatannya 0-100 km/jam 12,4 detik, 0-60 km/jam 5,1 detik, 40-80 km/jam 5,4 detik, 0-201 meter 11,9 detik dan 0-402 meter 18,4 detik.
Oiya karena ada sistem mild hybrid, maka ketika lepas gas atau deselerasi akan terjadi regenerative brake.
Kondisi di mana ISG akan melakukan pengisian ulang arus ke baterai, otomatis akan terasa ada engine brake tambahan, yang membuat laju mobil tertahan.
Namun karena momen regenerative brake ini tidak terus-terusan dari lepas gas sampai benar-benar pelan, membuat laju mobil seperti mengayun, karena kadang tertahan kadang tiba-tiba ngeloyor.
Efeknya saat dipakai di dalam kota yang kecepatannya tidak terlalu tinggi justru jadi kurang nyaman. Beda cerita ketika di jalan tol dalam kecepatan tinggi, rasa itu lebih minim, sehingga tidak begitu mengganggu.
Di balik itu, tentunya menyimpan sisi positif. Kombinasi mesin 1.500 cc, transmisi otomatis 6 percepatan dan mild hybrid, membuat konsumsi bahan bakar Fronx ini terbilang hemat.
Dari hasil pengetesan untuk rute Dalam Kota dapat 18,6 km/l, konstan 90 km/jam @ 1.800 rpm dapat 20 km/l, dan yang luar biasa di rute Kombinasi dapat 27,6 km/l.
| Editor | : | Trybowo Laksono |
KOMENTAR