Ia menilai persoalan tersebut perlu diselesaikan melalui koordinasi antara pemerintah, operator transportasi, pelaku industri, dan komunitas pengguna kendaraan listrik.
"Kondisi seperti ini terjadi karena masih ada ketidakpahaman mengenai kendaraan listrik," tutur Rofiqi.
Rofiqi menekankan pentingnya pemerintah mempelajari praktik terbaik yang telah diterapkan di berbagai negara, terutama terkait standar keselamatan kendaraan listrik di transportasi laut.
"Sebagai pembuat kebijakan, pemerintah perlu melihat bagaimana praktik di negara lain, termasuk standar keselamatan yang diterapkan," ujarnya.
"Bahkan jika berbicara soal keselamatan, beberapa anggota kami sudah memiliki alat pemadam api ringan (APAR) khusus untuk baterai lithium," ujar Rofiqi.
"Peralatan seperti ini bisa ditempatkan di kapal maupun sarana penyeberangan sebagai langkah penanganan awal apabila terjadi kebakaran," tandasnya.
| Editor | : | Dida Argadea |
KOMENTAR