GridOto.com - Lepas L8 PHEV adalah sosok yang bertenaga berkat resep hybrid plug-in khas Chery, akselerasinya ternyata lebih cepat dari Tiggo 8 CSH.
Masih merupakan saudara satu platform dari Chery Tiggo 8 CSH, Lepas L8 PHEV tetap dibekali resep performa mesin dan motor listrik yang sangat bertenaga.
Seperti Tiggo 8 CSH, Lepas L8 PHEV mendapatkan mesin empat silinder turbo berkode H4J15 yang memiliki kapasitas 1.498 cc.
Mesin ini mampu melontarkan tenaga 105 kW atau 141 dk dan torsi puncak 215 Nm, plus bisa berlaku sebagai penggerak roda maupun pengisi baterai.
Sumber tenaga paling besar Lepas L8 selain mesin adalah motor listrik yang terpasang bersama transmisi DHT.
Baca Juga: Chery Q Berani Beda, Pakai Suspensi Belakang Independen, Ini Kelebihannya
Mirip juga seperti Tiggo 8 CSH, motor listrik pada sistem hybrid Lepas L8 mampu melontarkan tenaga 150 kW atau 201 dk dan torsi puncak 310 Nm.
Secara kombinasi, Lepas mengklaim L8 memiliki output tenaga yang sangat gahar, yaitu 205 kW atau 275 dk dan torsi puncak 365 Nm.
Tentu saja dengan tenaga besar tersebut disalurkan ke roda depan, ekspektasi kami adalah drama wheelspin yang cukup ketara.
Tapi pada Lepas L8, drama yang dialami jauh lebih minim, dan pada akhirnya Lepas L8 berakselerasi lebih cepat dari Tiggo 8 CSH.
Lantas seperti apa hasil tesnya? Pada akselerasi 0-100 km/jam, Lepas L8 PHEV tuntaskan dalam waktu 7,8 detik.
Baca Juga: Interior Lepas L8 PHEV Terasa Mewah, Meskipun Ada yang Mirip Mobil Ini
Cukup jauh marginnya dengan Tiggo 8 CSH yang catatkan akselerasi serupa dalam waktu 8,6 detik.
Kami juga mencatat Lepas L8 PHEV bisa menuntaskan akselerasi 0-201 meter dalam waktu 10,4 detik dan 0-402 meter dalam waktu 15,7 detik.
Mungkin salah satu faktor dari akselerasi yang lebih terjaga dan lebih langsung ini adalah dari distribusi bobot.
5-seater SUV PHEV seperti Lepas L8 cenderung memiliki bobot yang lebih terkonsentrasi ke depan alias front heavy.
Sementara pada Tiggo 8 CSH, adanya jok baris ketiga dan crash structure belakang menambah bobot di belakang sehingga cenderung rear heavy ketika akselerasi.
| Editor | : | Trybowo Laksono |
KOMENTAR