GridOto.com - Tak salah jika menyebut Honda e:N1 sebagai versi listriknya dari Honda HR-V.
Karena memang Honda e:N1 dan Honda HR-V punya bentuk yang identik.
Meski begitu Honda e:N1 dikembangkan dengan platform e:N Architecture F yang khusus untuk mobil listrik Honda sekalipun bentuknya identik dengan HR-V.
Dari set suspensi, penyesuaian bobot, hingga pengendalian Honda e:N1 jauh lebih lincah dan agile daripada HR-V.
Pun dengan powertrain listrik yang memiliki respons tenaga lebih instan, berbeda dengan Honda HR-V bermesin bensin, bahkan dengan varian mesin turbo dan hybrid e:HEV.
Baca Juga: Impresi Berkendara Honda e:N1, Kembaran HR-V Tapi Beda Rasanya
Secara visual interior pun e:N1 terlihat lebih seamless dan futuristis berkat center display besar berukuran 15,1 inci dan panel instrumen layar TFT 10,25 inci.
Belum lagi konsol tengah Honda e:N1 menggunakan transmisi jenis shift-by-wire, bukan tuas mekanikal seperti Honda HR-V.
Tapi Honda HR-V punya rasa mewah berkat panoramic glass roof yang disematkan sehingga membuat kabin terasa lebih lapang.
Sebab panoramic glass roof ini absen pada Honda e:N1.
Begitupun dengan sistem keselamatan aktif Honda SENSING pada HR-V lebih lengkap, yakni hadirnya LaneWatch.
Baca Juga: Apresiasi Konsumen, Honda Serah Terima Hadiah Brio Ke Para Pemenang
Pada spion kiri Honda HR-V terdapat kamera yang menginterpretasi sisi kiri mobil sebagai area blind spot terbesar pengemudi.
Sementara Honda SENSING e:N1 tidak terdapat LaneWatch sehingga tidak ada kamera di spion kiri, hanya mengandalkan kamera parkir di belakang.
Perlu diingat, Honda HR-V tipe tertinggi yakni RS e:HEV dijual dengan harga Rp 488 juta OTR Jakarta.
Sementara Honda e:N1 bisa didapat dengan skema sewa dengan biaya Rp 22 juta per bulan minimal selama 5 tahun dengan opsi kepemilikan pribadi.
| Editor | : | Trybowo Laksono |
KOMENTAR