"Kami sudah menerima transfer bank. Para pelanggan yang hadir di sana menginginkan mobil ini," kata Vigna.
Menurut laporan Reuters, sekitar 1.600 calon pelanggan mendapat kesempatan melihat Luce secara langsung dalam acara yang digelar di Roma pada Senin dan Selasa.
Sementara itu, pemesanan resmi mulai dibuka pada Rabu.
Ferrari berencana mengumumkan jumlah pasti pesanan Luce pada Juli mendatang bersamaan dengan laporan keuangan kuartal kedua 2026.
Meski demikian, kritik terhadap Luce masih terus berdatangan. Keluhan terbesar datang dari desain eksteriornya yang dianggap terlalu berbeda dari karakter Ferrari selama ini.
Mobil listrik tersebut dirancang oleh LoveFrom, studio desain milik mantan kepala desain Apple, Jony Ive, bersama desainer ternama Marc Newson.
Banyak penggemar Ferrari merasa desain Luce kehilangan kesan emosional dan agresif yang selama ini menjadi ciri khas merek asal Maranello tersebut. Sebagian bahkan menilai tampilannya mirip dengan mobil dari merek yang jauh lebih umum dan tidak eksklusif.
Namun, Vigna yakin banyak kritik itu akan berubah setelah orang melihat dan mencoba mobilnya secara langsung.
Baca Juga: Bukan Editan, Motor Seharga Rp 8 M Ini Gendong Mesin V8 Ferrari
"Kalau melihat dan mencobanya langsung, Anda akan langsung paham bahwa mobil ini bukan hasil meniru kendaraan lain. Baik interior, eksterior maupun performanya sangat berbeda dari mobil listrik lain yang ada saat ini," jelasnya.
Vigna juga menegaskan bahwa Luce tidak akan menggantikan model Ferrari bermesin bensin ataupun hybrid.
Mobil listrik tersebut hanya menjadi tambahan dalam lini produk Ferrari.
Artinya, Ferrari tetap akan memproduksi mobil bermesin pembakaran internal (ICE) dan hybrid di masa depan.
Sementara itu, saham Ferrari mulai pulih setelah sebelumnya sempat anjlok 8,8 persen pasca peluncuran Luce.
Meski CEO Ferrari optimistis, tidak semua pihak memiliki pandangan yang sama. Mantan bos Ferrari, Luca di Montezemolo, justru mengkritik kehadiran Luce.
Menurutnya, mobil listrik tersebut berpotensi merusak citra Ferrari dan bahkan bisa menjadi langkah yang mengarah pada "kehancuran sebuah legenda."
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR