GridOto.com - Di tengah ketatnya persaingan mobil listrik dan hybrid berdimensi kompak, Honda Brio tetap percaya diri dengan mesin bensin.
Seperti Honda Brio RS yang saya coba pada ulasan bertema Barisan Sang Penguasa, yaitu kumpulan mobil-mobil Jepang yang masih mendominasi pasar otomotif di Indonesia.
Mesin 4 silinder 1.199 cc ini bisa ditemui mulai dari tipe yang paling murah yaitu Honda Brio Satya hingga Brio RS sebagai varian tertinggi.
Mesin bertenaga 90 dk dan torsi 110 Nm dipasangkan dengan transmisi otomatis CVT Earth Dreams.
Hasilnya mesin berpuntir efisien, terutama saat cruising hingga berjalan cepat di jalan tol.
Hal ini saya alami sendiri ketika mengemudi sejauh 50 km pertama dengan Honda Brio berkelir kuning Electric Lime.
Rutenya dari kantor pusat Honda Prospect Motor (HPM) di Sunter, Jakarta Utara menuju Depok, Jawa Barat.
Oya, jalan yang dipilih sebagian besar menggunakan tol, mulai dari Sunter, Jakarta Utara hingga Depok, Jawa Barat.
Sebelum berangkat, deretan informasi di papan multi information display alias MID enggak luput untuk direset ulang.
Termasuk konsumsi BBM yang tersedia di pilihan Trip A dan Trip B
Siang itu kaki kanan dipaksa untuk tidak menekan gas dalam-dalam.
Tujuannya mengetahui konsumsi BBM Honda Brio saat Eco Driving.
Kecepatan juga dibiarkan merangkak naik dengan halus bersanding dengan jarum tachometer yang hanya menunjukan kurang dari 2 ribu rpm.
Baca Juga: Cek Rival Honda Brio Satya S CVT, Harganya Dekat Dengan Siapa Saja Ya?
Alhasil mobil hanya berjalan dengan kecepatan 60 km/jam di lajur kiri.
Sesekali mobil mencapai 70 km/jam ketika ingin menyalip mobil di depan.
Perjalanan masih berlanjut di jalan tol menjelang Cawang hingga Jagorawi, saat itu kondisi jalan masih ramai lancar.
Saat mendekati Depok, tepatnya di Jalan Tol Cinere Jagorawi atau Cijago, konsumsi BBM Honda Brio sudah mencapai 24,9 km/l.
Karena masih penasaran saya melanjutkan rute tol hingga keluar di Gerbang Tol Sawangan.
Sebelum keluar tol, konsumsi BBM Honda Brio ini terlihat menyentuh 25,2 km/l.
Pada hari berikutnya, giliran saya mencoba kesigapan mesin dan transmisi Honda Brio.
Baca Juga: Honda Brio Satya S CVT Meluncur di Indonesia, Segini Harganya
Rutenya tetap di jalan tol namun bergeser ke arah Serpong atau BSD.
Saat diinjak gas dalam-dalam rupanya transmisi CVT butuh waktu untuk menyalurkannya.
Alhasil RPM sedikit meraung namun tidak lama, setelah menyentuh RPM yang tepat, kecepatan mulai menyeimbangkan.
Lantas bagaimana hasilnya kalau ditest pada jalanan biasa dengan lalu lintas yang lebih padat?
Teman-teman kami dari tim test driver GridOto pernah melakukannya.
Pengujiannya dilakukan di rute Dalam Kota dengan kecepatan 22 km/jam dan jarak tempuh 50 km, hasilnya tembus 16,2 km/l.
Sedangkan saat ditest di rute Tol yang kecepatan rata-ratanya 90 km/jam, konsumsi BBM Honda Brio mencapai 20 km/liter.
Oya, meskipun Honda Brio termasuk hatchback kompak, kabinnya masih terasa cukup luas.
Posisi stir juga bisa diatur ketinggiannya melalui pengaturan tilt steering.
Yang paling asyik ketika saya menggunakan headunit Honda Brio RS.
Terutama saat menyambungkan headunit dengan smartphone Android.
Headunit langsung sigap mengubah tampilannya menjadi mode yang mudah digunakan saat mengemudi.
| Editor | : | Trybowo Laksono |
KOMENTAR