Mobil keluarga tujuh penumpang dengan kabin lapang dan fleksibilitas tinggi terbukti paling cocok dengan budaya masyarakat Indonesia yang gemar bepergian bersama keluarga besar.
Selain produk, kekuatan terbesar pabrikan Jepang terletak pada jaringan bisnis yang sudah terbentuk selama puluhan tahun.
Dealer dan bengkel resmi tersebar luas hingga ke daerah kabupaten, didukung ketersediaan suku cadang yang mudah ditemukan bahkan di bengkel umum.
Ekosistem tersebut menciptakan rasa aman bagi konsumen.
Mobil Jepang akhirnya tidak hanya dipandang sebagai alat transportasi, tetapi juga aset dengan nilai jual kembali yang stabil dan biaya kepemilikan yang terukur.
Di sisi lain, sebagian brand baru masih berada dalam tahap membangun jaringan serta membentuk kepercayaan pasar.
Meski menawarkan teknologi baru dan harga kompetitif, konsumen Indonesia masih sangat mempertimbangkan faktor rekam jejak dan kemudahan layanan purnajual.
Kekuatan fundamental itulah yang membuat brand Jepang tetap mampu bertahan menghadapi berbagai tekanan pasar selama puluhan tahun.
Mulai dari krisis moneter, pelemahan ekonomi global, pandemi, hingga penurunan daya beli masyarakat, dominasi mereka tetap sulit digeser dalam waktu singkat.
Fenomena tersebut menjadi alasan menarik di balik hadirnya liputan khusus GridOto bertajuk Barisan Sang Penguasa.
Melalui sederet mobil volume maker dari berbagai merek Jepang, liputan ini mencoba membedah alasan mengapa mobil-mobil Jepang masih menjadi penguasa pasar otomotif Indonesia di tengah derasnya serbuan pemain baru asal Cina.
| Editor | : | Dida Argadea |
KOMENTAR