Cengkeramannya semakin kuat sehingga upaya penarikan dihentikan karena dikhawatirkan bisa menyakiti ular tersebut.
"Akhirnya, kami berusaha mengendurkan baut di bagian tangki agar ular bisa lepas dari jepitan," ujarnya
Pada saat itu, keberanian tim damkar diuji. Di ruang terbatas dengan ancaman serangan ular piton, tim damkar tetap berusaha mengevakuasi.
Mereka masuk ke kolong mobil demi melonggarkan jepitan dengan mengendurkan baut pada tangki.
"Sebenarnya berbahaya, tapi ini tugas dan tim sudah dibekali tekniknya. Sedikit demi sedikit baut dikendurkan dan ular bisa keluar," paparnya.
Misyanto menyampaikan, saat itu tidak ada pilihan lain untuk menyelamatkan piton selain melonggarkan celah tangki yang menjepit tubuh piton.
Baca Juga: Ruang Mesin Toyota Rush di Parkiran PA Situbondo Bikin Geger, Damkar Sempat Dibuat Frutasi
Dia mengungkapkan, keputusan tersebut diambil karena ular belum bisa leluasa akibat terjepit.
Sehingga tim damkar bisa masuk ke kolong mobil untuk mengendurkan baut.
"Tentunya saat itu, kepala ular sudah diamankan terlebih dahulu agar tidak menyerang, dengan cara dijepit pakai alat," ujar Misyanto.
Dia lantas menegaskan, saat evakuasi sulit, ular wajib tetap diamankan.
Selain menyelamatkan pemilik rumah dari bahaya, juga menyelamatkan ular yang terjepit.
Misyanto menduga ular masuk ke celah tangki saat mobil sedang diparkir.
Namun, tubuh piton terjepit di celah sempit di tangki mobil.
"Ular kami evakuasi ke Kantor Damkar untuk diserahkan ke pihak yang berwenang," pungkas Misyanto.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR