Termasuk juga ada Lane Departure Prevention (LDP), fungsinya akan mengoreksi kemudi ketika mobil hampir keluar jalur.
Ada pula fitur bernama Vehicle Swaying Warning, ini peringatan yang muncul ketika mobil berjalan tidak stabil atau goyang-goyang, yang menandakan pengendara kurang konsentrasi, sehingga juga akan muncul peringatan berupa suara dan getaran di setir.
Dengan berbagai macam fitur aktif yang berhubungan dengan laju dan setir, maka jangan heran menyetir Fronx SGX ini akan sering merasakan setir seperti gerak sendiri, atau malah kadang seakan melawan.
Terus terang saat pertama menyetir agak kaget! Hahaha....
Berikutnya ada pula fitur Dual Sensor Brake Support (DSBS) II, yang kerjanya membantu ACC dalam mempertahankan kecepatan dan jarak dengan kendaraan di depannya, ketika terbaca semakin dekat maka DSBS II akan melakukan pengereman.
Fitur DSBS II ini juga bisa memberikan peringatan ketika ada potensi terjadi tabrak depan, dengan muncul peringatan suara dan lambang di speedometer, kemudian akan memberikan brake assist atau bantuan mengerem jika kaki menekannya kurang kuat, bahkan juga bisa melakukan pengereman otomatis.
Namun terus terang, untuk yang terakhir ini selama test drive belum berani mencobanya, hahaa...
Sistem keselamatan di Fronx SGX juga dilengkapi dengan fitur Blind Spot Monitoring (BSM), berupa peringatan ketika ada kendaraan lain di area samping yang tak terlihat di spion, berupa suara dan tanda lampu yang menyala bagian spion, sehingga bisa terhindar dari potensi senggolan saat berpindah jalur.
Bukan hanya di jalan, fitur SSS juga ada yang bekerja ketika di parkiran.
| Editor | : | Trybowo Laksono |
KOMENTAR