"Hanya 5 sampai 10 persen untuk yang (tenor) 8 tahun," kata Tri.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun cicilan lebih ringan, konsumen belum sepenuhnya tertarik untuk mengambil tenor panjang.
Ia menjelaskan, faktor psikologis menjadi salah satu alasan utama.
Banyak pembeli merasa durasi kredit yang terlalu lama berpotensi menimbulkan rasa jenuh karena harus menanggung cicilan dalam waktu panjang.
Mayoritas konsumen justru lebih memilih tenor yang lebih singkat, yakni di kisaran 4 hingga 5 tahun.
"Umumnya orang berpikir, 'wah saya kredit 4 atau 5 tahun aja lah supaya nggak kelamaan'," tambah Tri.
Pada akhirnya, baik dealer maupun perusahaan pembiayaan hanya menyediakan berbagai pilihan skema kredit untuk menyesuaikan kebutuhan pasar.
Sementara keputusan akhir tetap berada di tangan konsumen, menyesuaikan dengan kondisi finansial serta kenyamanan masing-masing.
"Ya pada dasarnya itu (tenor 8 tahun) pilihan ya, semua kembali ke masing-masing kebutuhan konsumen seperti apa," paparnya.
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR