GridOto.com - Daihatsu sudah 17 tahun berturut-turut memegang posisi merek mobil terlaris kedua di Indonesia.
Tahun lalu saja pabrikan mobil yang bermarkas di Sunter, Jakarta Utara, 137.835 unit mobil di Tanah Air.
Makanya Daihatsu layak masuk ke dalam "Barisan Sang penguasa".
Hebatnya lagi, angka itu bisa diraih hanya dengan mengandalkan mobil-mobil dengan pembakaran internal alias Internal Combustion Engine (ICE).
Daihatsu baru pertama kali main mobil elektrifikasi pada Juli 2025 lalu ketika meluncurkan Daihatsu Rocky e-Smart Hybrid.
Baca Juga: Dengan Fitur Seperti Ini Apakah Pantas Rocky Hybrid Jadi Andalan?
Mobil hybrid pertama Daihatsu di Indonesia ini enggak kaleng-kaleng, yang dibawa spesifikasinya Japanese Domestic Market alias JDM.
Dengan harga Rp299.850.000 on-the road Jakarta, ini menjadikan Daihatsu Rocky e-Smart Hybrid sebagai mobil JDM termurah yang bisa dibeli resmi di Indonesia.
Teknologi hybrid yang dibawa Daihatsu ke tanah air adalah serial hybrid atau hybrid seri.
Artinya motor listrik di mobil ini 100 persen menggerakkan roda depan seperti di mobil listrik murni atau BEV (Battery Electric Vehicle).
Sementara mesin bensin 3-silinder 1.198 cc-nya (WA-VEX) hanya berfungsi sebagai generator untuk mengisi listrik baterai lithium-ion 0,74 kWh.
Baca Juga: Kencang dan Irit, Ternyata Ini Kelemahan Daihatsu Rocky Hybrid
Sistem hybrid yang dipakai menyuguhkan efisiensi kelas wahid.
Berdasar pengujian GridOto.com, di rute Dalam Kota dengan kecepatan rata-rata 22 km/jam Daihatsu Rocky e-Smart Hybrid bisa meraih 28,8 km/liter.
Kemudian di rute Tol dengan kecepatan rata-rata 90 km/jam, ia mendapat 21 km/liter.
Yang paling bikin takjub adalah efisiensi mobil ini di rute Kombinasi.
Di rute ini kami melewati jalan yang beragam kondisinya, bisa masuk tol dan bisa juga ke jalan arteri baik yang lancar maupun padat.
Baca Juga: Mengusung Model Serial Hybrid, Seirit Apa BBM Daihatsu Rocky Hybrid?
Dengan average speed 50 km/jam, Daihatsu Rocky e-Smart Hybrid mencetak 35,3 km/l.
Walaupun sepanjang perjalanan, kuping Anda mesti akrab dengan suara raungan khas mesin tiga silinder Daihatsu.
Yes, mesin kompak itu cukup sering menyala untuk mengisi baterai hybrid yang cuma berkapasitas 0,74 kWh itu.
Begitu kena baterai kena state of charge (SoC), maka mesin bensin akan menyala untuk mensuplai listrik.
Begitu juga ketika Anda full throttle atau bejek pedal gas dengan cepat dan dalam, mesin bensin akan sontak bekerja.
Baca Juga: Orisinal dari Jepang, Rocky Hybrid Sudah Dipesan Sebanyak Ini di Indonesia
Ternyata Rocky e-Smart Hybrid ini enggak cuma irit, tapi kencang juga loh.
Ini berkat motor listrik yang ditaruh di roda depan yang bisa menghasilkan 105 dk dan torsi 170 Nm.
Untuk mobil seukuran Daihatsu Rocky, torsi 170 Nm itu sangat besar hitungannya.
Untuk gambaran, beberapa mobil di kelas sama yakni Compact SUV torsinya adalah 145 Nm untuk Honda WR-V, 135 Nm untuk Suzuki Fronx Hybrid, dan 140 Nm untuk Toyota Raize 1.0 Turbo.
Tak heran, akselerasi 0-100 km/jam bisa diselesaikannya dalam 10 detik saja.
Untuk gambaran, Daihatsu Rocky R 1.0T CVT butuh 11 detik, Honda WR-V RS CVT perlu 10,9 detik, dan Suzuki Fronx Hybrid SGX dalam 12,4 detik.
Duh, sudah irit, kencang pulak.
| Editor | : | Trybowo Laksono |
KOMENTAR