Kemudian skenario mobil berjalan dengan mesin bakar saja. Saat cruising di kecepatan tinggi mesin bakar akan lebih dominan dan memang di fase itu efisiensi BBM lebih baik daripada efisiensi energi motor listrik.
Dan karena ini hybrid dengan pengisian baterai mandiri tanpa pengecasan eksternal, maka mesin bakar juga menyala untuk menggerakkan generator yang mengisi baterai. Artinya, di kecepatan rendah pun mesin bakar bisa bekerja untuk menjalankan mobil dan mengisi baterai sekaligus.
Namun pengisian baterai itu tak hanya via mesin tapi juga bisa lewat brake energy regenerative sehingga saat berdeselerasi atau mengerem pun sistemnya turut memanen energi.
Baca Juga: Konsumen Cari Mobil Irit, Toyota Akui Penjualan Mobil Hybrid Meningkat
Lalu ada mode hybrid yang membuat motor listrik dan mesin bakar bekerja sama. Terutama di situasi seperti menyalip, start di tanjakan curam dengan beban penuh, atau berakselerasi di kecepatan tinggi yang mana Veloz Hybrid membutuhkan semua potensi dari mesin dan motor listrik.
Mesin bakar pada Veloz Hybrid berkode 2NR-VEX yang merupakan unit 1.496 cc 4 silinder dengan Atkinson cycle. Alur kerja Atkinson yang berorientasi pada efisiensi BBM ini menghasilkan tenaga 89,8 dk dengan torsi 121 Nm.
Lalu motor listriknya cukup di 79 dk tapi dengan torsi besar 141 Nm.
Saat kami tes akselerasi 0-100 km/jam, Toyota Veloz Hybrid menyelesaikannya dalam 11 detik. Bukan angka yang mentereng tapi percaya lah di akselerasi awal dan pertengahan, Veloz Hybrid terasa sangat kuat karena torsi besar paduan mesin-motornya.
Di banyak skenario yang riil untuk harian, kombinasi keduanya membuat Veloz Hybrid terasa sangat enteng berjalan-atau berlari, termasuk ketika penuh penumpang. Berkat kecekatannya, kami sampai merasa inilah turunan paling sporti dari evolusi Toyota Avanza-Toyota Veloz-Daihatsu Xenia sepanjang karir mereka.
| Editor | : | Trybowo Laksono |
KOMENTAR