“Terus kami request ke Honda Motor Japan dan itu diberikan lagi tambahan 50, jadi tahun ini kuota yang diberikan untuk Indonesia itu 150,” lanjut Billy.
Meski begitu, jumlah pemesanan saat ini sudah jauh melampaui kuota distribusi 2026.
HPM pun menargetkan seluruh unit Prelude jatah tahun ini bisa selesai dikirim paling lambat Oktober 2026.
“Jadi hari ini baru 20. Dan 150 itu rencananya akan selesai sampai Oktober 2026 pengirimannya,” tuturnya.
Honda Prelude sendiri resmi dijual di Indonesia dengan banderol Rp 974,9 juta on the road Jakarta.
Menariknya, Indonesia menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang memasarkan Prelude generasi keenam berkode BF1 tersebut.
Mobil sport hybrid ini dibangun menggunakan platform Honda Civic generasi ke-11, namun mendapat sejumlah ubahan untuk meningkatkan karakter sporty.
Prelude memakai komponen khas Civic Type R seperti dual-axis strut front suspension, adaptive damper, hingga rem Brembo 4-piston berukuran 13,8 inci.
Untuk jantung pacunya mengandalkan mesin 2.000 cc 4-silinder Atkinson Cycle yang dipadukan motor listrik e:HEV.
Mesin bensinnya menghasilkan tenaga 139 dk dan torsi 182 Nm, sedangkan motor listriknya menyemburkan tenaga 184 dk dengan torsi 315 Nm. Total tenaga sistemnya diklaim mencapai sekitar 203 dk.
Aura sport juga diperkuat lewat hadirnya mode berkendara Comfort, GT, Sport, dan Individual, plus fitur S+ Shift Mode yang memberikan sensasi perpindahan gigi virtual 8-speed lewat paddle shift di balik setir flat-bottom.
Masuk ke kabin, Prelude menawarkan nuansa sporty dengan posisi duduk rendah khas mobil coupe.
Mobil ini dibekali jok sport berlapis kulit two-tone, panel instrumen digital 10,2 inci, head unit 9 inci wireless Apple CarPlay dan Android Auto, serta sistem audio Bose.
Tak cuma kencang, Prelude juga sudah dibekali paket keselamatan aktif Honda Sensing lengkap, mulai dari Collision Mitigation Braking System (CMBS), Adaptive Cruise Control (ACC), Lane Keeping Assist System (LKAS), Blind Spot Information, hingga Rear Cross Traffic Monitor.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR