"Katanya itu mau dipasang GPS dan dipasang untuk inventaris kantor," tutur Salsabil melansir Kompas.com.
Tak lama setelah itu, korban mengaku mulai merasa pusing dan linglung.
Ia menduga dirinya terkena gendam sehingga menuruti seluruh permintaan pelaku tanpa curiga. "Pas di- interview juga bingung, kayak kena gendam," imbuhnya.
Korban baru menyadari ada yang tidak beres setelah pelaku tidak kembali lagi ke ruang pertemuan.
Bersama pihak kafe, korban kemudian memeriksa rekaman CCTV dan mendapati pelaku telah membawa kabur Honda PCX miliknya.
Pelaku juga diketahui pergi tanpa membayar biaya sewa meeting room yang digunakan untuk wawancara palsu tersebut.
Sehari setelah kejadian, Salsabil melaporkan kasus penipuan dan penggelapan itu ke kepolisian.
Terpisah, Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno, membenarkan laporan tersebut telah diterima pihak Polsek Prigen.
"Selanjutnya, kejadian itu tetap kami lanjutkan untuk dilakukan penyelidikan," jawab singkat Joko.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR