Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Ramai Kabar 1 Juni 2026 Mobil di Atas 1.400 Cc Dilarang Beli Pertalite, Pertamina Masih Tunggu Arahan

Irsyaad W - Jumat, 22 Mei 2026 | 17:45 WIB
Ilustrasi daftar mobil di atas 1.400 cc yang dilarang beli Pertalite mulai 1 Juni 2026
Dok. GridOto.com
Ilustrasi daftar mobil di atas 1.400 cc yang dilarang beli Pertalite mulai 1 Juni 2026

GridOto.com - Ramai kabar mulai 1 Juni 2026 mobil bensin dengan kapasitas mesin di atas 1.400 cc mulai dilarang isi Pertalite.

Bahkan beberapa akun media sosial sudah sampai memberikan daftar mobil yang tidak diperbolehkan lagi beli bensin RON 90 tersebut.

Beberapa mobil familiar yang tercantum di antaranya Xenia, Terios, Luxio, Yaris, Veloz, Honda City, Mobilio, sampai Xpander.

Unggahan- unggahan tersebut memicu beragam komentar dari warganet di media sosial.

Tidak sedikit pengguna yang mempertanyakan kebenaran informasi tersebut, terutama terkait isu pembatasan pembelian BBM subsidi berdasarkan kapasitas mesin kendaraan.

Lantas, benarkah mobil dengan kapasitas mesin di atas 1.400 cc akan dilarang mengisi Pertalite mulai 1 Juni 2026?

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Robert Dumatubun mengatakan, pihaknya akan mengikuti setiap kebijakan yang ditetapkan pemerintah terkait sektor energi, termasuk mekanisme dan aturan teknis yang nantinya diterapkan.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Pembatasan Pertalite dan Solar Berdasarkan Kapasitas Mesin

Menurut dia, sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus operator yang berada di bawah pemerintah, Pertamina pada prinsipnya akan mengacu pada arahan pemerintah selaku regulator.

Meski demikian, Robert belum memberikan jawaban pasti saat ditanya mengenai kabar larangan pembelian Pertalite untuk mobil bermesin di atas 1.400 cc.

"Pada prinsipnya Pertamina sebagai BUMN dan badan usaha/operator yang berada di bawah pemerintah akan mengikuti dan mengacu pada arahan pemerintah sebagai regulator,” ujarnya, (21/5/26) malam dikutip dari Kompas.com.

Ia menjelaskan, seluruh kebijakan di sektor energi merupakan kewenangan pemerintah dan akan diputuskan melalui kajian sebelum diterapkan di lapangan.

"Kebijakan terkait energi akan ditetapkan pemerintah melalui kajian dan keputusan yang kemudian dilaksanakan oleh operator," kata Roberth.

Ia menambahkan kementerian maupun lembaga terkait nantinya akan mengatur detail teknis serta mekanisme penerapan kebijakan tersebut.

Lebih lanjut, Roberth menyampaikan pihaknya saat ini masih menunggu arahan resmi dari pemerintah dan tetap menjalankan penyaluran energi sesuai aturan yang berlaku.

Baca Juga: Pertamina Tak Membantah, Ini Sebab Beberapa SPBU di Jakarta Ini Tidak Menjual Pertalite Lagi

"Lembaga pemerintah terkait yang akan menurunkan teknis dan bagaimana kebijakan tersebut diterapkan. Pertamina saat ini menunggu dan mengikuti arahan yang berlaku, yakni menyalurkan energi sesuai ketentuan," tuturnya.

Ia pun meminta masyarakat menunggu keputusan resmi pemerintah terkait isu tersebut.

"Ya, sama-sama kita menunggu," ucap Robert saat ditanya apakah sudah ada informasi terkait larangan Pertalite untuk sejumlah mobil.

Sementara sebelumnya, Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Satya Widya Yudha mengatakan, aturan pembatasan pembelian Pertalite tersebut tengah disiapkan melalui revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran BBM.

"BBM Pertalite, Solar, terserah nanti kalau Perpres 191 itu yang sudah didiskusikan juga kemarin di DEN dengan Pertamina Patra Niaga itu bisa kita realisasikan, kita batasi," ujar Satya dalam webinar Sarasehan Energi-Transisi Energi di Tengah Disrupsi Geopolitik Global, (12/5/26) dilansir dari Kontan.co.id.

Menurut Satya, pembatasan pembelian BBM subsidi berdasarkan jenis kendaraan dan kapasitas mesin berpotensi menghemat konsumsi subsidi hingga 10%-15% dari total volume penyaluran nasional.

"Kalau berdasarkan CC dan jenis kendaraan itu potensi hematnya, hitungan kami itu 10-15 persen daripada volume," kata dia.

Meski masih berstatus BBM subsidi, pemerintah ingin memastikan distribusi Pertalite dan Biosolar lebih tepat sasaran sehingga tidak dinikmati kelompok masyarakat mampu.

Editor : Panji Nugraha

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa