Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Kabar Baik Dari Bahlil, Harga Pertalite dan Solar Tidak Akan Naik Sampai Habis Tahun 2026

Irsyaad W - Jumat, 17 April 2026 | 15:30 WIB
Presiden Rusia, Vladimir Putin bersalaman dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia
IG/@bahlillahadalia
Presiden Rusia, Vladimir Putin bersalaman dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia

GridOto.com - Ada kabar baik dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.

Harga BBM Subsidi Pertalite dan Solar dipastikan tak akan naik sampai habis tahun 2026.

Bahlil mengatakan keputusan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto setelah lawatan ke Rusia dan Prancis.

Seusai menghadap Presiden di Istana Negara, (16/4/26), Bahlil menyampaikan stabilitas harga BBM subsidi masih sejalan dengan kondisi pasokan energi nasional yang terjaga.

"Insyaallah stok kita di atas standar minimum, baik itu solar, baik itu bensin, maupun LPG. Insyaallah aman, dan sekali lagi saya katakan bahwa kami sudah bersepakat atas arahan Bapak Presiden, bahwa harga BBM untuk subsidi tidak akan dinaikkan sampai dengan akhir tahun," ucapnya dari keterangan resminya, (17/4/26) disitat dari Kompas.com.

Dari sisi fiskal, pemerintah menilai kebijakan tersebut masih aman untuk dijalankan.

Hal ini didukung oleh harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) yang masih berada di bawah asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Baca Juga: Menkeu Purbaya Beri Jaminan, Sampai Ujung 2026 BBM Subsidi Tak Akan Naik Harga

Ilustrasi antrean BBM subsidi
Argianto Da Nughroho/TribunBatam.id
Ilustrasi antrean BBM subsidi

Dengan kondisi tersebut, ruang fiskal dinilai masih cukup kuat untuk menjaga harga BBM subsidi tetap stabil tanpa menambah beban masyarakat.

"Ini kan tergantung dengan harga ICP, tapi kalau sampai dengan 100 dollar itu sudah aman dalam IBBM. Dan sekarang harga rata-rata ICP Januari sampai dengan sekarang itu tidak lebih dari 77 dollar. Jadi kita itu baru split 7 dollar," jelas Bahlil.

Sementara dari sisi pasokan, pemerintah masih menghadapi kebutuhan impor sekitar 1 juta barrel per hari.

Kondisi ini terjadi karena konsumsi BBM nasional mencapai 1,6 juta barrel per hari, sedangkan produksi dalam negeri baru berada di kisaran 600.000-610.000 barrel per hari.

Untuk itu, pemerintah membuka peluang penguatan kerja sama energi dengan Rusia, tidak hanya pada pasokan minyak mentah, tetapi juga di sektor infrastruktur penunjang.

Bahlil menyebut ada pembahasan mengenai investasi di bidang kilang dan penyimpanan energi sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.

"Ada beberapa investasi mereka (Rusia) yang pick up, sudah siap untuk masuk, tetapi finalisasinya tunggu ada 1-2 putaran lagi dengan kami, khusus untuk menyangkut dengan kilang dan storage. Nanti baru kami akan sampaikan," ujar Bahlil.

Adapun dengan sejumlah langkah tersebut, pemerintah berharap stabilitas energi dapat terus terjaga sepanjang tahun.

Kepastian harga BBM subsidi ini diharapkan memberi ruang bagi masyarakat untuk tetap menjalankan aktivitas ekonomi dengan lebih tenang di tengah dinamika harga energi global.

Editor : Dida Argadea

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa