Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Pembalap Indonesia Lebih Berpeluang ke MotoGP Dibanding Pembalap Spanyol

Mohammad Nurul Hidayah - Senin, 13 April 2026 | 14:35 WIB
Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, menunggangi motor NSF250RW Honda Team Asia untuk Moto3 2026.
HONDA TEAM ASIA
Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, menunggangi motor NSF250RW Honda Team Asia untuk Moto3 2026.

GridOto.com - Langkah akuisisi yang dilakukan Liberty Media terhadap Dorna Sport pada tahun 2025 membuat banyak perubahan dalam tatanan kejuaraan MotoGP.

Kondisi ini tampak menghapus privillage yang sebelummya dimiliki pembalap Spanyol, dan membuka peluang lebih besar pembalap dari belahan dunia lain termasuk Indonesia untuk berlaga di kelas MotoGP.

Dorna Sport yang berasal dari Spanyol sudah menjadi promotor dan pemegang hak siar untuk MotoGP sejak tahun 1993.

Makanya tidak heran jika banyak seri MotoGP yang digelar di Spanyol, dan banyak pembalap berkebangsaan Spanyol berlaga di kejuaraan ini.

Meskipun Spanyol memang memiliki banyak sirkuit yang memenuhi standar dan pembalap berbakat, untuk pengembangan bisnis di MotoGP kondisi ini tidak ideal.

Tidak heran kalau Liberty Media mulai lakukan perubahan seperti rencana membuka seri di negara-negara yang sebelumnya tidak tersentuh.

Baca Juga: Tragedi Highside Keras Veda Ega Pratama di Moto3 Amerika 2026, Kronologinya Begini

Ini dilakukan untuk memperbesar potensi masuknya sponsor baru untuk mengekspansi bisnis di MotoGP.

Kondisi ini membuka peluang bagi pembalap di luar Spanyol termasuk Indonesia untuk berlaga di MotoGP.

Pasalnya, pembalap di luar Spanyol yang negaranya punya industri motor dan basis penonton MotoGP yang besar, jelas lebih mudah 'dijual' dibandingkan pembalap Spanyol yang sudah banyak.

Pembalap CFMoto Inde Aspar, David Alonso, berpose setelah meraih pole position pada kualifikasi Moto2 Amerika di Circuit of The Americas, Austin, Amerika Serikat, 28 Maret 2026.
MOTOGP
Pembalap CFMoto Inde Aspar, David Alonso, berpose setelah meraih pole position pada kualifikasi Moto2 Amerika di Circuit of The Americas, Austin, Amerika Serikat, 28 Maret 2026.

Bahkan, beberapa tim sudah menerapkan hal itu untuk pemilihan pembalap, meskipun beberapa masih tampak 'diakali'.

Seperti David Alonso, juara dunia Moto3 tahun 2024 ini sebenarnya lahir dan dibesarkan di Spanyol.

Namun saat tampil di MotoGP, agar terlihat berbeda Alonso menggunakan paspor Kolombia yang diwariskan oleh ibunya.

Baca Juga: Selebrasi Hafizh Syahrin di ARRC Nyaris Jadi Tragedi, Race Director Turun Tangan

Begitupun dengan Veda Ega Pratama, diluar bakatnya yang luar biasa dan penampilan apik di tiga seri pembuka, ada faktor eksternal yang ikut membantu Veda.

Besarnya industri motor di dalam negeri dan tingginya minat masyarakat akan balap MotoGP menjadi nilai lebih tambahan untuk pembalap asal Gunung Kidul, Yogyakarta ini.

Bahkan, Simon Patterson seorang jurnalis senior MotoGP juga merasakan fenomena ini.

Simon belum lama ini memposting kalau untuk pertamakalinya postingan dia di sosial media tentang balap motor bisa mendapatkan 10.000 like.

Tentu saja, postingan yang dibuat itu berisi foto dan informasi tentang Veda Ega.

Ini menunjukan betapa menjualnya pembalap Indonesia yang bisa menjadi nilai tawar lebih untuk tampil di kelas tertinggi.

Semoga saja dengan kondisi seperti ini, dalam waktu dekat kita bisa lihat adanya pembalap Indonesia yang berlaga dan kompetitif di kelas Utama!

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa