Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Efisiensi Energi Jadi Kunci, Pabrik Bridgestone Pangkas Emisi hingga 475 Ton per Tahun

Wisnu Andebar - Jumat, 10 April 2026 | 20:30 WIB
Ilustrasi pabrik Bridgestone
Bridgestone
Ilustrasi pabrik Bridgestone

GridOto.com - Efisiensi energi kini jadi kunci utama industri dalam menekan emisi tanpa mengorbankan produktivitas.

Hal ini yang ditunjukkan PT Bridgestone Tire Indonesia melalui inovasi di pabrik Karawang yang sukses memangkas konsumsi energi sekaligus menurunkan emisi gas rumah kaca secara signifikan, sekaligus diikuti berbagai program keberlanjutan lainnya.

Melalui implementasi Centralized Maintenance Energy Monitoring System (CMEMS) berbasis SCADA IoT, Bridgestone mampu mengendalikan penggunaan energi secara presisi, khususnya pada proses Mixing yang selama ini dikenal sebagai penyumbang emisi terbesar di lini produksi ban.

Berdasarkan analisis Life Cycle Assessment (LCA), sistem ini berhasil menurunkan konsumsi energi dari 6,20 GWh per tahun menjadi 4,90 GWh per tahun.

Tidak hanya itu, emisi gas rumah kaca juga berhasil ditekan hingga 475,92 ton CO2e per tahun, tanpa memindahkan dampak lingkungan ke proses lainnya.

Upaya di dalam pabrik ini juga diperkuat dengan program keberlanjutan di luar operasional.

Bridgestone Karawang menjalankan program RISE (Reforestation, Innovation and Sanggabuana Empowerment) yang berfokus pada konservasi Hutan Sanggabuana di Jawa Barat.

Bridgestone raih penghargaan PROPER
Bridgestone
Bridgestone raih penghargaan PROPER

Dalam program ini, perusahaan melakukan restorasi ekosistem dengan membangun koridor pakan bagi primata langka Owa Jawa, serta memanfaatkan teknologi biotagging berbasis QR dan Avenza Map untuk memantau pertumbuhan pohon secara real-time.

Program tersebut tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga sosial dan ekonomi.

Baca Juga: Bridgestone Tire Check Service Selama Mudik Lebaran, Ini Lokasinya 

Sebanyak 1.159 masyarakat telah merasakan manfaatnya, termasuk transformasi mantan pemburu liar menjadi Sanggabuana Wildlife Ranger yang kini berperan menjaga kelestarian hutan.

Dari sisi ekonomi, masyarakat Desa Cinta Laksana juga mampu mencatatkan transaksi hingga Rp 58 juta melalui pemanfaatan hasil hutan non-kayu seperti gula aren dan produk olahan terubuk.

Sementara itu, dari sisi keselamatan, Bridgestone melalui pabrik Bekasi juga aktif menjalankan Road Safety School Program (RSSP).

Program ini menyasar pelajar sekolah menengah pertama dengan memberikan edukasi terkait keselamatan berlalu lintas, termasuk pemahaman rambu dan infrastruktur jalan sejak usia dini.

Hal itu lah yang menjadikan Bridgestone Indonesia meraih Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) peringkat EMAS dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk Karawang Plant (KP) dan PROPER peringkat Hijau untuk Bekasi Plant (BP), Selasa (7/4/2026), di Jakarta.

“Kami mengapresiasi penghargaan dari pemerintah melalui KLH atas aksi nyata kami dalam program keberlanjutan serta pengelolaan lingkungan pada 2025 lalu," ujar Presiden Direktur Bridgestone Indonesia, Mukiat Sutikno dalam keterangan tertulis yang diterima GridOto.com, Kamis (9/4/2026).

"PROPER Peringkat Emas ini menjadi kado paling indah karena bertepatan dengan ulang tahun emas atau 50 tahun Bridgestone hadir di Indonesia. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pengelolaan lingkungan yang lebih baik di masa depan,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Kementerian Lingkungan Hidup menilai pendekatan yang dilakukan Bridgestone tidak hanya sebatas memenuhi regulasi, tetapi sudah masuk tahap beyond compliance.

Perusahaan dinilai konsisten dalam mengelola dampak lingkungan secara efektif, mulai dari pengolahan limbah, efisiensi energi, hingga pemanfaatan energi terbarukan.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa program PROPER saat ini telah berkembang menjadi instrumen transformasi industri.

“PROPER bukan lagi sekadar alat evaluasi administratif. PROPER adalah motor transformasi yang mendorong perusahaan tidak hanya taat, tetapi melampaui ketaatan melalui inovasi, efisiensi sumber daya, dan kontribusi nyata kepada masyarakat,” jelas Hanif.

Capaian efisiensi energi yang dilakukan Bridgestone Karawang ini pun menjadi salah satu faktor penting di balik raihan PROPER peringkat Emas pada 2025, setelah sebelumnya dua tahun berturut-turut berada di peringkat Hijau.

Secara keseluruhan, pada periode 2024–2025 terdapat 5.476 perusahaan yang mengikuti penilaian PROPER, meningkat 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 282 perusahaan berhasil masuk kategori beyond compliance, terdiri dari 39 perusahaan berperingkat Emas dan 243 perusahaan berperingkat Hijau.

Peningkatan partisipasi ini menjadi sinyal bahwa kesadaran industri terhadap tanggung jawab lingkungan semakin kuat, sekaligus menunjukkan bahwa inovasi seperti yang dilakukan Bridgestone bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan di tengah tuntutan keberlanjutan yang semakin tinggi.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa