Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Viral Pemilik Motor Terbakar Klaim Tak Boleh Pakai APAR SPBU, Pertamina Bilang Begini

Ferdian - Minggu, 5 April 2026 | 09:45 WIB
Motor terbakar di SPBU disebut tak boleh gunakan APAR. Pertamina berakhir buka suara
TribunJateng/Istimewa
Motor terbakar di SPBU disebut tak boleh gunakan APAR. Pertamina berakhir buka suara

GridOto.com - Sedang ramai video seorang pria yang coba memadamkan motor yang terbakar di area SPBU Sriwijaya Semarang.

Dalam video berdurasi 27 detik, ada yang memuat kronologi sebagai berikut;

Maaf ya gabisa bales satu-satu, yang tanya kenapa kok jahat pom-nya ini kujelasin kronologinya.

Jadi waktu habis isi bensin, motor saya keluar api. Mungkin konslet di pengapian/kelistrikan.

Nah saya lari ke orang pom, mohon agar dipadamkan menggunakan APAR, tetapi pihak pom tidak boleh dengan alasan mahal alias dipersulit.

Padahal apar itu gak seberapa harganya, lebih baik kehilangan 1–2 jt daripada harus ilang 14 jt.

Nah saya padamkan sendiri tanpa bantuan mereka. Gak ada yang mendekat, malah mereka bilang jauhin motornya dari pom sambil ditarik.

“Kalau bahaya kenapa enggak dipadamkan?” Padahal itu tanggung jawab pom, karena secepat mungkin kalau ada api pihak pom harus memadamkan.

Baca Juga: Remaja Bawa Honda CB Terbakar Usai Terjun ke Jurang, Touring Berujung Duka

Warga yang di situ pun ikut teriak, “Gunane apar iku ngopo, opo aneh.”

Setelah itu pihak pom telepon manajer. Setelah tinggal rangka dan hangus baru apar dipake. Kok enggak dari tadi, nurani aja.

Singkat cerita, pihak polisi datang karena ada laporan warga. Nah saya ditanya-tanya, dan polisi ngasih solusi buat laporan ke polsek terdekat.

Pihak pom akan kena karena mempersulit. Ngawur orang di pom, lihat tok tanpa bantuin atau usaha.

Kalau saya tahu, pasti saya padamkan langsung tanpa basa-basi kata polisi.

Ya mungkin kalau dari saya ikhlas, tapi untuk kata-kata pihak pom menyakitkan sekali.

Gak ada hati nurani atau inisiatif bantuin. Udah ikhlas tapi gak bakal lupa sama kejadian ini.

Adanya hal tersebut Area Manager Communications, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, menjelaskan kronologi berdasarkan rekaman CCTV.

Motor tersebut datang ke SPBU dalam kondisi sudah tidak menyala dan dituntun.

Baca Juga: Berawal Pura-Pura Nongkrong, BeAT Lenyap di SPBU Setelah Sempat Gagal

Setelah itu, konsumen mengisi BBM jenis Pertamax.

“Posisi di SPBU Sriwijaya itu, motor berada di belakang pompa, sementara bagian depan dekat jalan raya digunakan untuk mobil.

Setelah pengisian, motor dituntun ke pintu keluar,” ujar Taufiq, Sabtu (4/4/2026).

Di titik keluar inilah masalah muncul.

Motor tidak kunjung menyala, lalu kedua orang tersebut terlihat mengutak-atik kendaraan.

Dugaan sementara, kata dia, bukan karena kehabisan bahan bakar, melainkan faktor kelistrikan atau komponen kendaraan.

“Dari CCTV terlihat ada percikan api dari mesin saat diutak-atik.

Pada saat itu, pandangan operator terdekat tertutup mobil atau kendaraan yang sedang dilayani,” jelasnya.

Taufiq menegaskan, saat terdengar teriakan, operator tidak serta-merta meninggalkan pos.

Ia terlebih dahulu memastikan keamanan di dispenser tempatnya bertugas, sebelum kemudian berlari membawa alat pemadam api ringan (APAR).

Baca Juga: Maling Motor Berakhir Pasrah di Kasur Rumah Sakit, Aksi di SPBU Gagal Total

“Secara prosedur, operator harus memastikan area kerja aman terlebih dahulu.

Misalnya masih ada pengisian kendaraan, itu harus diamankan agar tidak menimbulkan risiko lebih besar seperti tumpahan BBM,” tegasnya.

Ia juga menepis anggapan bahwa petugas enggan membantu.

Menurutnya, dalam situasi darurat, prinsip yang dipegang adalah kemanusiaan, bukan perhitungan biaya.

“Kami tidak pernah meminta ganti rugi kepada konsumen atas penggunaan fasilitas seperti APAR dalam kondisi darurat. Itu bagian dari respons kemanusiaan,” katanya menukil TribunJateng.

Terkait penggunaan APAR, Taufiq menyebut secara prinsip bisa digunakan siapa saja.

Namun dalam praktiknya, masyarakat cenderung menyerahkan kepada operator karena mereka telah dibekali pelatihan keselamatan.

“Operator sudah dilatih untuk penanganan awal kebakaran di SPBU. Jadi wajar kalau masyarakat langsung meminta bantuan petugas,” ujarnya.

Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk memastikan kondisi kendaraan sebelum mengisi BBM.

Sebab, tidak semua masalah kendaraan berkaitan dengan bahan bakar.

“Ini musibah yang bisa terjadi kapan saja. Penting bagi pengguna untuk memastikan kondisi kendaraan, terutama sistem kelistrikan dan komponen lainnya,” pungkasnya.

Editor : Hendra

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa