GridOto.com - Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota lontarkan berbagai kelit soal beli 105.000 mobil India.
Mulai dari menyalahkan merek Jepang dan China yang tak bisa sepakat harga sampai sudah bayar DP ke dua pabrikan India sebesar 30 persen.
Joao mengatakan, sebelum menjatuhkan pilihan pada pikap dan truk impor completely built up (CBU) dari India, Agrinas telah lebih dulu mengajak berbagai merek yang sudah memproduksi pikap secara lokal untuk mengikuti tender pengadaan kendaraan operasional Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Lebih lanjut, bos Agrinas itu mengatakan sederet pabrikan dari Jepang hingga China telah diundang dalam proses tersebut.
Namun, dalam perjalanannya, negosiasi tidak mencapai titik temu, terutama terkait harga dan kapasitas pasokan.
"Klarifikasi terkait isu bahwa kami tidak memberikan kesempatan kepada produsen lokal, itu tidak benar. Dalam bisnis, wajar jika tidak terjadi kesepakatan," ujar Joao dalam konferensi pers di Jakarta, (24/2/26) menukil Kompas.com.
Pada segmen pikap 4x2, Agrinas mengundang pemain besar seperti Daihatsu dengan model Gran Max serta Suzuki dengan Carry.
Baca Juga: Kontrak Fantastis, Agrinas Borong 105.000 Mobil India Buat Koperasi Merah Putih
Namun menurut Joao, harga yang ditawarkan hampir setara dengan pikap 4x4 yang kemudian diimpor dari India.
Padahal, pembelian dilakukan dalam jumlah besar dengan skema bulk (pembelian grosir).
Ia menilai tidak ada perlakuan harga khusus untuk pembelian masif tersebut.
"Seharusnya, kami diberikan harga lebih ekonomis dan efektif sesuai anggaran. Namun, hingga akhir, sebagian besar produsen lokal tetap menghitung harga per unit seperti di pasar reguler, jadi menurut saya tidak fair," terangnya.
Untuk segmen truk ringan (light duty truck), Agrinas juga mengundang sejumlah pabrikan seperti Mitsubishi Fuso, Hino, Isuzu hingga Foton.
Namun setelah melalui proses kualifikasi dan negosiasi, kapasitas produksi maksimal dari pabrikan yang sudah merakit di dalam negeri ini hanya mencapai 45.000 unit.
Rinciannya, Mitsubishi Fuso sanggup memasok 20.600 unit, Foton Aumark 13.500 unit, Hino 10.000 unit, dan Isuzu 900 unit.
Baca Juga: Agrinas Belanja 105.000 Pikap dan Truk India, Produsen Lokal dan Menperin Prihatin
"Menimbang keterbatasan produksi dalam negeri, maka perseroan mengimpor untuk memenuhi kebutuhan Kopdes Merah Putih sejumlah 35.000 unit truk dari Tata Motors India," ujarnya.
Pada akhirnya, Agrinas memutuskan menggandeng dua produsen India, yakni Mahindra dan Tata Motors.
Secara terperinci, sebanyak 35.000 unit Mahindra Scorpio pick up, sedangkan 70.000 unit lainnya berasal dari Tata Motors yang terdiri atas 35.000 unit Tata Yodha Pick Up dan 35.000 unit truk Ultra T.7.
Adapun nilai kontrak pengadaan mobil impor India tersebut senilai Rp 24,66 triliun.
Lebih jauh, ternyata agrinas sudah membayar DP sebesar 30 persen untuk pembelian ratusan ribu unit mobil asal India tersebut.
Joao mengatakan, pihaknya telah meneken kontrak pembelian dengan produsen India dan melakukan pembayaran awal atau down payment (DP) sebesar 30 persen.
Dengan demikian, sudah dilakukan pembayaran berkisar Rp 7,39 triliun.
Baca Juga: Heboh Impor 105 Ribu Pikap Buat Kopdes, Mendag Bilang Begini
"Kami harus memberikan down payment 30 persen dan itu sudah kami lakukan untuk semua produk yang kami beli," ujarnya dalam konferensi pers di Menara Yodya, Jakarta, (24/2/26) disitat dari Kompas.com.
Ia mengaku optimistis transaksi impor mobil dari India tersebut tidak akan dibatalkan.
Maka dari itu, pihaknya tidak mempertimbangkan potensi penalti pembatalan dalam proses pengadaan tersebut.
"Kami dalam melakukan pengadaan tersebut karena kami dengan iktikad baik kami tidak pernah memikirkan penalti pembatalan tersebut," ucap dia.
Lantaran, lanjut Joao, harga yang diperoleh dalam kontrak impor tersebut jauh lebih rendah dibandingkan harga rata-rata mobil sejenis di dalam negeri.
"Kalau ada masalah ada pemahaman yang kurang tepat atau tidak sama, itu mungkin hanya perlu ada penjelasan, itu akan menjadi solusi karena saya yakin bahwa semua itu ada solusinya," tuturnya.
Kendati begitu, seiring dengan adanya sorotan terhadap keputusan Agrinas mengimpor ketimbang membeli dari dalam negeri, Joao memastikan siap mengikuti arahan pemerintah jika memang diminta untuk membatalkan impor.
Baca Juga: 105.000 Mobil India Agrinas Hasil Utang, Wajib Bayar Cicilan Rp 40 Triliun Per Tahun
Dia juga mengaku tidak gentar jika harus menghadapi konsekuensi bisnis akibat pembatalan tersebut.
"Saya akan loyal dan saya akan manut apapun keputusan negara, apabila itu memang untuk kepentingan rakyat tanpa sedikitpun saya ragu-ragu. Kalau seandainya saya harus nanti digugat atau nanti dipermasalahkan oleh pihak supplier itulah tanggung jawab saya," ucap dia.
Adapun saat ini proses impor sedang berjalan dan sebagian mobil telah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok.
Agrinas sendiri menargetkan pada akhir Februari ini sebanyak 1.000 pikap tiba di Tanah Air.
Namun, ia menegaskan, pihaknya akan mengikuti arahan pemerintah maupun DPR RI terkait tindak lanjut dari mobil-mobil yang sudah sampai tersebut.
"Kami manut dan taat kepada pemerintah dan DPR di mana mereka mewakili rakyat, jadi kalau memang disuruh bahwa tidak boleh dipakai, kami tidak akan pakai," pungkasnya.
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR