GridOto.com - Partisipasi merek otomotif di pameran kendaraan kini tidak lagi menjadi bertujuan untuk menampilkan produk terbaru.
Dalam beberapa tahun terakhir, ajang ini justru dimanfaatkan untuk menunjukkan arah pengembangan bisnis sekaligus menyampaikan kontribusi brand terhadap industri otomotif nasional.
Hal itu tercermin dari keikutsertaan Wuling Motors dalam Indonesia International Motor Show atau IIMS 2026.
Melalui partisipasinya tahun ini, Wuling kembali menegaskan posisinya sebagai produsen otomotif yang mengembangkan bisnis dari Indonesia untuk pasar domestik maupun global.
Vice President Wuling Motors Afir Pramatangga menjelaskan, Wuling Motors mencatatkan pertumbuhan produksi dan ekspor yang konsisten sejak beroperasi di Indonesia.
Hingga 2025, SAIC-GM-Wuling (SGMW) telah memproduksi lebih dari 30 juta unit kendaraan.
Sementara di Indonesia, sejak mulai beroperasi pada 2017, Wuling telah memproduksi lebih dari 180 ribu unit kendaraan melalui fasilitas manufaktur dalam negeri.
Baca Juga: Wuling Eksion Dobrak IIMS 2026, SUV Baru Bisa Tempuh 1.000 KM Lebih
Dari basis produksi tersebut, Wuling mengekspor kendaraan ke 22 negara dengan pertumbuhan ekspor sebesar 119 persen year-on-year (yoy) pada periode 2024 hingga 2025.
Kontribusi tersebut disebut sebagai hasil dari strategi jangka panjang Wuling dalam membangun ekosistem otomotif di Indonesia, mulai dari produksi hingga pengembangan produk yang relevan dengan kebutuhan pasar domestik.
“Pencapaian tersebut tidak lepas dari rencana jangka panjang yang kami bangun di Indonesia. Dengan semangat ‘Dibangun di Indonesia untuk Anda’, kami terus menghadirkan solusi mobilitas yang relevan dan terpercaya bagi keluarga Indonesia,” ujar Afir.
Wuling dan inovasinya
Memasuki 2025, Wuling memanfaatkan momentum untuk memperkuat fondasi inovasi melalui penerapan Wuling Technology.
Sejumlah teknologi seperti Wonder Flexible Modular System atau WFMS, Ling Power, Ling OS, dan Magic Battery Pro dikembangkan untuk menjawab kebutuhan efisiensi, keamanan, dan konektivitas konsumen Indonesia.
Penerapan teknologi tersebut pertama kali diaplikasikan pada Wuling Darion yang diproduksi di Indonesia.
Model ini dirancang dengan standar kualitas tinggi serta menitikberatkan aspek keamanan dan kenyamanan bagi keluarga.
"Kendaraan ini dirancang untuk mendukung kebutuhan mobilitas harian sekaligus momen kebersamaan keluarga melalui ruang kabin yang lapang dan fitur keselamatan yang mendukung," jelasnya.
Baca Juga: Versi Baru Saudara Wuling Air EV Tampil Lebih Imut, Jarak Tempuh Tembus 301 KM
Selain pengembangan produk, Wuling juga memperkuat layanan purnajual melalui program Worry Free yang telah berjalan sejak awal 2025.
Program ini mencakup berbagai inisiatif, seperti Kick Off Worry Free sebagai penguatan layanan nasional, Wuling Siaga Mudik saat Lebaran, Wuling Siaga Banjir sebagai layanan darurat, hingga aftersales Skill Contest untuk menjaga kualitas teknisi di jaringan Wuling.
Worry Free turut diperkuat dengan kehadiran Wuling Mobile Service yang menggunakan livery khusus.
Layanan ini ditujukan untuk memberikan dukungan yang lebih dekat dan responsif bagi pelanggan di berbagai wilayah.
Di sisi lain, komitmen Wuling dalam menghadirkan solusi mobilitas juga terlihat di segmen kendaraan listrik komersial melalui Mitra EV.
Kendaraan ini digunakan oleh berbagai sektor usaha, mulai dari transportasi umum seperti angkot dan travel, layanan khusus seperti ambulans, hingga sektor logistik.
Fleksibilitas konfigurasi membuat Mitra EV dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional masing-masing pelaku usaha.
Melalui pengembangan produk penumpang, kendaraan listrik komersial, serta penguatan layanan purnajual, Wuling menegaskan langkah berkelanjutan untuk tumbuh bersama industri otomotif nasional sejalan dengan semangat Drive For A Better Life.
| Editor | : | Yasmin FE |