Menhub: Jakarta Menuju Semarang Bisa Ditempuh 8-9 Jam

M. Adam Samudra - Rabu, 13 Juni 2018 | 19:58 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan tinjauan lapangan ke Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama
Jasa Marga
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan tinjauan lapangan ke Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama

GridOto.com- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan tinjauan lapangan ke Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Rabu (13/6/2018).

Tinjauan untuk memantau perkembangan arus lalu lintas pemudik, serta melakukan evaluasi terhadap pelayanan mudik oleh instansi terkait untuk pengelolaan arus yang lebih baik lagi.

Dia menilai jalur mudik yang berlangsung tahun ini masih lebih baik, dimana jarak tempuh antar kota yang semakin cepat jika dibandingkan dengan tahun lalu.

“Dari Jakarta menuju Semarang bisa ditempuh dalam waktu 8-9 jam, Jakarta-Solo dalam waktu 10 hingga maksimal 12 jam," kata Menhub di Jakarta, Rabu (13/6/2018).

(BACA JUGA: Masih Ingat Masjid di Tengah Jalan Tol? Kini Jadi Favorit Pemudik Lho)

"Waktu tempuh inilah yang lebih baik dari tahun lalu. Tetapi pemudik juga harus tetap mengantisipasi beberapa titik kepadatan di jalan tol, selain GT Cikarang Utama, adalah Kali Kuto dan Kenteng,” tambah Budi.

Selain itu, Budi juga menambahkan agar pemudik dapat mengantisipasi jalur yang digunakan sebelum memulai perjalanan dan tidak semata-mata menggunakan jalan tol.

“Gunakan jalan pantura, kami yakin jalan pantura sama baiknya dengan jalan tol,” jelasnya.

Tinjauan dilakukan bersama dengan Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi, Asops Kapolri Deden Juhara, Anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Eka Pria Anas serta Direktur Utama PT Jasa Raharja Budi Rahardjo.

Senada dengan Menhub, Direktur Operasi II Jasa Marga Subakti Syukur para pemudik untuk selalu memastikan kondisi prima pengemudi maupun kondisi prima kendaraan.

Karena drngan adanya gangguan di jalan tol akan mengakibatkan kepadatan.

“Beberapa hari ini kami temukan mobil mogok yang ada di jalur contraflow," paparnya.

"Hal ini tentu saja dapat mengganggu fungsi jalur contraflow untuk mengurangi beban lajur utama," tegasnya.

Editor : Niko Fiandri

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X