GridOto.com - Komitmen pembinaan pembalap muda terus ditunjukkan Alrasyid Indo Racing (AIRacing).
Tim yang didirikan mantan pembalap nasional Rachmat Alrasyid ini sukses mencuri perhatian pada putaran kedua Kejurnas Motoprix 2026 Region B Jawa Tengah di Sirkuit Gokart Boyolali, 13-14 Juni 2026.
Mengandalkan motor Mini Moto Sport AP10 hasil pengembangan sendiri, AIRacing bersama AIR OCK Racing Team berhasil meraih hasil impresif lewat pembalap muda
yang turun dengan nomor start #77.
Pada race pertama yang berlangsung Sabtu (13/6), Samarotungga tampil dominan sejak start hingga finis.
Pembalap muda tersebut sukses merebut posisi pertama (P1) dengan catatan waktu total 13 menit 49,181 detik.
Baca Juga: Kalahkan Hasil Veda, Kiandra Ramadhipa Menang di Moto3 Junior Portugal
Tak hanya meraih kemenanga
Performa apik tersebut berlanjut pada race kedua yang digelar Minggu (14/6).
Kembali menunggangi AP10, Samarotungga berhasil finis di posisi terdepan dan mengamankan podium juara.
Pada balapan kedua, ia mencatatkan waktu total 13 menit 59,129 detik sekaligus kembali meraih penghargaan putaran tercepat dengan catatan 59,146 detik.
Rachmat Alrasyid atau yang akrab disapa Acid menjelaskan, proyek pengembangan AP10 memang difokuskan sebagai sarana pembinaan pembalap muda Indonesia.
Menurutnya, penggunaan motor Mini Moto Sport menjadi langkah penting untuk membiasakan pembalap muda mengendalikan motor sport sejak usia dini sebelum naik ke jenjang balap yang lebih tinggi.
Baca Juga: Sengit di Motegi, Pembalap Astra Honda Raih Podium Ganda Idemitsu FIM ARRC 2026
"Kami sangat senang, mendukung penuh tentunya dan bangga. Semoga bisa membantu bibit-bibit pembalap muda Indonesia bersaing di kancah balap motor internasional," ujar Acid.
AIRacing sendiri berdiri sejak 2021 dengan fokus mengembangkan ekosistem balap Mini Moto Sport di Indonesia.
Untuk memperkuat program pembinaan tersebut, AIRacing juga berkolaborasi dengan mantan pembalap nasional Rapid Poppy dan membentuk AIR OCK Racing Team.
Melalui keberhasilan di Boyolali, AIRacing berharap semakin banyak tim balap di Indonesia yang mulai serius membina pembalap usia dini dengan menggunakan motor sport mini sebagai fondasi menuju level kompetisi yang lebih tinggi.
"Bisa memajukan balap motor Indonesia khususnya di kelas Mini Sport Bike atau Mini Moto Sport bersama tim-tim balap di Indonesia," tutup Acid.