Harga Pertamax Naik, Kemenhub Angkat Bicara Soal Nasib Tarif Bus dan Angkot

Ferdian - Kamis, 11 Juni 2026 | 17:30 WIB

Ilustrasi bus AKAP

GridOto.com - Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Aan Suhanan angkat bicara terkait dampak kenaikan harga Pertamax terhadap tarif angkutan umum.

Ia memastikan kalau penyeuaian harga tersebut belum memberi dampak ke tarif.

Alasannya karena sebagian besar angkutan umum seperti bus hingga angkot masih menggunakan bahan bakar bersubsidi.

"Angkutan umum kan masih ada subsidi, baik itu di penyeberangan, kemudian angkutan umum bus, angkutan umum yang lain itu masih tidak menggunakan Pertamax. menggunakan solar solar yang subsidi. Jadi belum terdampak," ujar Aan saat ditemui di Gedung DPR RI, Kamis (11/6/2026).

Meski begitu, Kemenhub tetap melakukan kajian untuk mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan dari kenaikan harga BBM nonsubsidi terhadaptransportasi darat.

Baca Juga: Harga Pertamax Makin Mahal, Sebelum Pindah ke Pertalite Cek Ini Dulu

Aan mengatakan, berbagai skenario terus dipelajari, termasuk kemungkinan pemberian insentif apabila kondisi di lapangan memerlukan intervensi pemerintah.

"Kalau kita mengkaji terus ya karena ini kan kemungkinan bisa saja, sudah kita siapkan kajian-kajiannya," tutur dia.

Saat ditanya bentuk insentif yang tengah dipertimbangkan, Aan belum menjelaskan secara rinci karena proses kajian masih berlangsung. "(Masih) kajian," tegasnya melansir Tribunnews.

Pertamina Patra Niaga telah menaikkan harga jual BBM non subsidi Pertamax dan Pertamax Green mulai Rabu, 10 Juni 2025.

Harga Pertamax (RON 92) naik jadi Rp16.250 dari sebelumnya Rp12.300 per liter dan Pertamax Green 95 (RON 95) menjadi Rp17.000 per liter dari sebelumnya Rp 12.900 per liter.

YANG LAINNYA